Jakarta (ANTARA) – Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah menyatakan bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Nepal saat ini dalam keadaan baik, menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 26 Agustus.
“Pantauan terhadap kondisi WNI seluruhnya dalam keadaan baik,” kata Heni kepada media secara daring, Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan bahwa seluruh WNI yang dimaksud antara lain terdiri dari 45 orang residen, dan 6 wisatawan yang berada di wilayah Kota Pokhara, Nepal.
Selain itu, Heni juga memperbarui informasi tentang jumlah orang yang terkena dampak bencana di Nepal, antara lain 2.426 orang hilang, 4.451 orang dievakuasi dengan selamat, dan 101 orang dirawat di rumah sakit. Wisatawan asing dari 32 negara yang dinyatakan hilang/hilang kontak akibat bencana di Nepal, 184 orang di antaranya telah berhasil diselamatkan. Sementara, 420 wisatawan asing lainnya belum dapat dikontak karena gangguan jaringan.
Bencana banjir bandang melanda Nepal pada Rabu (26/8) ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter.
Retak pada gletser tersebut memicu longsoran es dan batu yang berkembang menjadi aliran puing besar dan menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan.
Gelombang besar air, bersama dengan longsoran lumpur, menghancurkan wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu di Nepal, serta menimbun wilayah perbatasan Gyirong di sisi China.
Baca juga: Korban tewas banjir bandang Nepal-China 919 orang, 4.800 hilang
Baca juga: Bagaimana bencana tanah longsor di perbatasan China-Nepal terjadi?
Baca juga: China dan Nepal perkuat kerja sama darurat atasi banjir bandang
Pewarta: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.