Mubadalah.id – Tidak hanya penyakit yang sedang dialami, riwayat penyakit sebelumnya juga perlu disampaikan ketika ibu menjalani kehamilan. Kondisi yang pernah dialami dapat kembali muncul atau masih memberikan pengaruh terhadap kesehatan ibu.
Ibu yang pernah mengalami hepatitis, misalnya, perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah kondisi tersebut masih ada. Pemeriksaan serupa juga ibu butuhkan termasuk yang pernah mengalami infeksi ginjal.
Riwayat pre-eklampsia juga menjadi hal yang perlu ibu sampaikan kepada dokter atau petugas kesehatan. Pre-eklampsia merupakan kondisi yang membutuhkan perhatian khusus selama kehamilan sehingga riwayat sebelumnya penting ibu ketahui ketika ia kembali hamil.
Ibu yang sebelumnya sering mengalami demam juga perlu menyampaikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan. Demikian pula ibu yang pernah mengalami TBC.
Dengan mengetahui riwayat kesehatan secara lengkap, tenaga kesehatan dapat melakukan penilaian yang lebih tepat terhadap kondisi ibu dan bayi. Informasi tersebut juga dapat ibu gunakan untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan, pemantauan selama kehamilan, serta pilihan tempat dan metode persalinan.
Karena itu, ibu yang pernah menjalani operasi caesar maupun memiliki riwayat penyakit tertentu sebaiknya tidak menyembunyikan informasi mengenai kondisi kesehatannya.
Riwayat operasi, penyakit yang pernah ibu alami, maupun penyakit yang sedang ia derita menjadi informasi penting dalam menentukan langkah medis selama kehamilan.
Perencanaan persalinan dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan dapat membantu ibu dan tenaga kesehatan mengenali risiko lebih awal.
Dengan demikian, keputusan mengenai persalinan dapat ibu lakukan berdasarkan kondisi medis ia dan bayi, bukan karena anggapan bahwa salah satu metode persalinan lebih mudah daripada metode lainnya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 126.





Comments are closed.