Tangerang, Arina.id—Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Disabilitas Netra Tingkat Internasional 2025 rampung digelar. Ajang ini diharapkan menjadi momentum penguatan ruang keagamaan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Penyelenggaraan MHQ Disabilitas Netra ini sebagai langkah awal menuju kompetisi keagamaan yang lebih terbuka dan berkeadilan bagi semua kelompok, tanpa batasan fisik maupun sosial,”kata Direktur Jenderal Bimas Islam, Kemenag RI Abu Rokhmad saat pembukaan MHQ Disabilitas Netra Tingkat Internasional di CBD PIK 2, Sabtu (6/12/2025) malam.
Ia menyebut, penyelenggaraan MHQ Disabilitas Netra menghadirkan 5 cabang lomba yang dipertandingkan mulai hafalan 30 juz dengan matan Jazari; hafalan 30 juz tanpa matan Jazari untuk kategori putra dan putri; hafalan 20 juz; serta hafalan 10 juz.
“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan ikhtiar kolektif yang lahir dari sinergi global untuk memperluas ruang partisipasi inklusif bagi penyandang disabilitas netra dalam pengembangan keilmuan Al-Qur’an,” jelas Abu.
Abu Rokhmad menegaskan Indonesia bangga menjadi tuan rumah perhelatan internasional pertama. Menurutnya, keberhasilan MHQ ini membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih berkelanjutan.
“Dengan adanya event internasional yang rutin, Indonesia dapat mempersiapkan dan mengkader calon peserta yang akan berkompetisi di kancah global dengan lebih matang,” katanya.
Lebih dari sekadar melaksanakan hafalan (taqlid), Abu Rokhmad mendorong adanya pengembangan di tingkat nasional.
“Kami berharap nanti di tingkat nasional juga bisa kami laksanakan,” kata Abu.
Sekretaris Jenderal Kemenag RI Kamaruddin Amin menuturkan para peserta MHQ Disabilitas Netra ini adalah teladan tentang kemuliaan Islam yang memuliakan manusia dari esensi, bukan dari kondisi fisik.
“Saudara-saudara kita para peserta di sini telah membuktikan kepada dunia bahwa pandangan batin (Bashirah) lebih mendalam daripada pandangan mata (Bashar),” katanya.
MHQ Disabilitas Netra Internasional 2025 merupakan inisiatif pertama yang lahir dari kerja sama Kemenag RI dan Liga Muslim Dunia.
Ajang ini dibuka sejak 3 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, dan hingga 7 Desember 2025.
Tercatat ada 140 peserta tunanetra dari berbagai negara. Sebanyak 15 peserta terbaik dari 12 negara berhasil tampil di grand final.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian The Wonder of Harmony, peringatan Hari Toleransi Internasional yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kementerian Agama (Kemenag).
“Kolaborasi ini membuka ruang partisipasi global bagi penyandang disabilitas netra dalam pengembangan keilmuan Al-Qur’an,” pungkasnya.




Comments are closed.