Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Akademisi UIII: Sebutan ‘Raja Banten’ Pernah Berarti Orang Kaya Raya di Inggris

Akademisi UIII: Sebutan ‘Raja Banten’ Pernah Berarti Orang Kaya Raya di Inggris

akademisi-uiii:-sebutan-‘raja-banten’-pernah-berarti-orang-kaya-raya-di-inggris
Akademisi UIII: Sebutan ‘Raja Banten’ Pernah Berarti Orang Kaya Raya di Inggris
service

Depok, NU Online

Guru besar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Farish A Noor mengungkapkan bahwa kebesaran dan kekayaan Kesultanan Banten pernah begitu dikenal di Eropa. Bahkan, pada abad ke-18, sebutan “Raja Banten” digunakan di Inggris untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kekayaan luar biasa.

“Jika seseorang disebut sebagai Raja Banten pada abad ke-18, itu berarti ia sangat kaya. Pada dasarnya, seperti Jeff Bezos pada zamannya,” kata Farish dalam Plenary Session 2 International Conference on Manuscripts and the Diversity of Islam(s) in Southeast Asia di UIII, Depok, Kamis (20/8/2026).

Farish menjelaskan, citra tersebut tidak terlepas dari kedudukan Banten sebagai Kerajaan Islam dan pusat perdagangan internasional. Sejak awal abad ke-17, catatan perjalanan Eropa telah menggambarkan Banten sebagai kota pelabuhan yang ramai dengan kegiatan perdagangan dan didatangi pedagang dari berbagai kawasan di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Popularitas Banten kemudian memasuki khazanah sastra Inggris. Farish menyinggung karya satir Henry Fielding, The Author’s Farce, yang menampilkan tokoh utama sebagai pewaris takhta Raja Banten. Karya tersebut ikut memperkuat gambaran Banten sebagai kerajaan yang jauh sekaligus kaya raya dalam imajinasi masyarakat Inggris.

“Banten menempati posisi yang sangat besar dalam imajinasi Eropa selama sekitar 200 tahun, sejak 1601, sepanjang abad ke-17 dan ke-18, hingga memasuki abad ke-19,” ujarnya.

Menurut Farish, jejak tersebut menunjukkan bahwa Banten tidak hanya penting dalam sejarah Indonesia. Pengaruhnya juga sampai ke kebudayaan populer Eropa, jauh sebelum Belanda menguasai sebagian besar wilayah Nusantara.

Penggunaan istilah “Raja Banten” sebagai gambaran orang superkaya memperlihatkan besarnya reputasi ekonomi kesultanan tersebut. Pada masanya, Banten dipandang sebagai salah satu pusat perdagangan terkemuka yang kekayaan dan kemajuannya dikenal hingga Inggris.

Farish menilai catatan dan karya sastra Eropa semacam ini perlu dikaji kembali karena dapat membuka cara pandang baru terhadap posisi kerajaan-kerajaan Islam Nusantara dalam sejarah dunia. Banten pada masa itu bukan wilayah terpencil, melainkan pusat kekuasaan dan perdagangan yang namanya telah hidup dalam imajinasi masyarakat Eropa.

Sebelumnya, Ervan Nurtawab, Pakar manuskrip Islam dari UIN Jurai Siwo Lampung, menyampaikan bahwa keberadaan pelajar dan ulama dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa Banten pernah menjadi salah satu simpul penting jaringan keilmuan Islam Asia Tenggara. Tingginya tingkat kajian Islam di wilayah tersebut juga tecermin dalam manuskrip-manuskrip yang memperlihatkan pengetahuan tentang qiraat, tafsir, penomoran ayat, dan berbagai cabang ilmu lainnya.

Kesultanan Banten pada masa lalu memiliki ekosistem keilmuan Islam yang maju. Para penguasanya mendatangkan ulama dan cendekiawan dari berbagai kawasan, seperti Gujarat dan Arab. Mereka juga memberikan dukungan agar mereka dapat tinggal dan mengembangkan kegiatan keilmuan di Banten

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.