Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Apakah Kolesterol Tinggi Harus Langsung Minum Obat? Ini Kata Dokter

Apakah Kolesterol Tinggi Harus Langsung Minum Obat? Ini Kata Dokter

apakah-kolesterol-tinggi-harus-langsung-minum-obat?-ini-kata-dokter
Apakah Kolesterol Tinggi Harus Langsung Minum Obat? Ini Kata Dokter
service

Jakarta

Bunda, banyak orang yang mungkin bertanya, apakah kolesterol tinggi harus langsung minum obat untuk menurunkannya. Sebelum mengambil langkah tersebut, penting memahami pilihan penanganan yang dapat dilakukan.

Mengonsumsi obat kolesterol tentu tidak selalu sama pada setiap orang. Dokter biasanya akan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari usia, riwayat kesehatan, hingga tingkat risiko kardiovaskular sebelum menentukan terapi yang tepat.

Lantas, bolehkah Bunda mengonsumsi obat untuk menurunkan kolesterol tinggi? Simak penjelasan dokter berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Bunda Margonda, dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD, FINASIM,MKES,CH,CHt. AIFO-K, mengingatkan untuk tidak langsung mengonsumsi obat penurun kolesterol.

“Jangan langsung pakai obat kolesterol,” ungkap Resna kepada HaiBunda.

Alih-alih langsung minum obat, sebaiknya Bunda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk penggunaan obat yang tepat.

“Konsultasikan dahulu, apakah ini benar atau salah,” tuturnya.

Selain pengobatan, Bunda juga dapat melakukan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kolesterol sehat, sekaligus menurunkan kolesterol jahat.

Misalnya, lakukan olahraga secara rutin setidaknya jalan kaki selama 30-60 menit, menenangkan pikiran, hingga mendapatkan waktu tidur yang berkualitas.

“Kalau memang terdapat tingginya kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida, maka kita batasi dengan perbaikan pola gaya hidup. Olahraganya yang cukup minimal jalan kaki 30 menit sampai dengan 60 menit cukup jalan kaki,” ujar Resna.

“Membuat relaks, tidak boleh terlalu stres, kurangi masa-masa yang membuat tidur sangat malam,” sambungnya.

Selain itu, Bunda juga perlu memperhatikan pola makan sehat dengan menghindari daging, gorengan tepung, makanan berbumbu kacang, dan makanan bersantan.

“Kemudian, makanannya juga ingat. Lemak itu yang jahat bukan hanya dari daging, tapi ingat gorengan tepung, kemudian makanan berbumbu kacang, yang ketiga adalah makanan bersantan yang diulang-ulang pemanasannya, sehingga dia akan memberikan lemak-lemak jenuh atau lemak-lemak jahat yang membuka risiko tinggi kadar kolesterol pada darah,” ujar Resna.

Lemak hewani mana yang lebih berisiko?

Pada dasarnya, lemak terbagi menjadi dua jenis, yakni lemak baik yang disebut HDL dan lemak jahat atau LDL.

“Pada makanan lemak itu ada dua pada dasarnya. Ada lemak baik, ada lemak jahat, ya lemak yang baik itu lemak HDL, atau High Density Lipid. Sementara lemak yang jahat itu, LDL atau Low Density Lipid,” ujar Resna.

Selain itu, daging juga memiliki bagian berbeda yang perlu diperhatikan saat dikonsumsi, terutama bagi orang yang khawatir dengan kadar kolesterol.

“Jika kita makan daging itu ada dua, ada daging murni, ada yang lemaknya yang kita bilang gajih. Nah, kalau memang takut dengan lemak daging, ya sudah gajihnya disingkirkan, kita makan dagingnya saja,” tuturnya.

Beberapa potongan daging bahkan memiliki bagian lemak yang cukup terlihat, sehingga sebaiknya lebih diperhatikan oleh orang dengan risiko kolesterol tinggi.

“Jika kita menggunakan makanan yang seperti itu, contohnya sirloin ya, itu kan ada gajihnya. Nah, kalau andai seperti itu, jika seseorang mempunyai risiko gangguan kolesterol tinggi, maka risikonya yang menggunakan makanan yang bergajih risiko kolesterolnya akan naik,” ungkap Resna.

Lebih lanjut, ia menyarankan lebih baik untuk mengonsumsi daging dengan protein penuh yang rendah lemak.

“Bagaimana supaya aman, kita pakai yang dagingnya full protein. Jadi, lemaknya lebih rendah,” ujarnya.

Nah, itulah penjelasan dokter terkait konsumsi obat untuk menurunkan kolesterol tinggi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.