Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Aturan Baru BPOM soal Batas Cemaran Mikroba Mie Instan dan Minuman Serbuk

Aturan Baru BPOM soal Batas Cemaran Mikroba Mie Instan dan Minuman Serbuk

aturan-baru-bpom-soal-batas-cemaran-mikroba-mie-instan-dan-minuman-serbuk
Aturan Baru BPOM soal Batas Cemaran Mikroba Mie Instan dan Minuman Serbuk
service

Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali mengeluarkan aturan baru terkait keamanan pangan, Bunda. Regulasi ini tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2026 sebagai pembaruan dari aturan sebelumnya yang dirilis pada 2019.

Aturan ini mengatur batas maksimal cemaran mikroba dalam produk pangan olahan yang banyak dikonsumsi dalam keseharian. Mulai dari mie instan, minuman serbuk, hingga makanan seperti sosis dan bakso, semuanya berpotensi terpapar mikroorganisme berbahaya.

“Cemaran pangan yang harus diatur menjadi salah satu poin penting dalam keamanan pangan dan menjadi perhatian BPOM. Bukan pangan jika tidak aman. Jadi kita harus benar-benar pastikan pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat adalah pangan yang aman, bermutu, dan bergizi,” ungkap Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dikutip dari laman detikcom, Rabu (15/04/2026).

Seiring berkembangnya inovasi produk, kini semakin banyak variasi pangan olahan yang beredar di pasaran. Namun, tidak semua produk tersebut memiliki standar mikrobiologi yang jelas, Bunda.

“Kami juga mendengarkan kesulitan yang dihadapi pelaku usaha, dan dalam pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh Badan POM ditemukan beberapa kendala,” ujar Taruna.

Perubahan aturan batas cemaran mikroba pada pangan olahan dan minuman serbuk

Dalam aturan terbaru ini, BPOM menambahkan beberapa ketentuan terkait batas maksimal cemaran mikroba pada pangan olahan. Aturan ini termasuk olahan tepung atau pati siap makan seperti mie instan dan pasta, serta produk daging seperti sosis dan bakso.

Selain itu, ada juga penyesuaian pada penamaan beberapa jenis pangan. Standar uji mikrobiologi pun ikut diperbarui supaya lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat ini.

Untuk produk minuman serbuk berperisa, terutama yang mengandung susu, krimer, atau cokelat, kini ada tambahan pemeriksaan khusus. Sementara itu, aturan untuk teh kering, teh bubuk, dan teh celup juga mengalami perubahan.

Dalam penerapannya, BPOM juga mempertimbangkan kondisi pelaku usaha, Bunda. Khusus untuk minuman serbuk berperisa yang sudah memiliki izin edar, pelaku usaha wajib menyesuaikan aturan baru dalam waktu maksimal 12 bulan.

Sedangkan produk yang masih dalam proses pengajuan izin tetap diproses dengan aturan lama. Namun, harus menyesuaikan paling lambat 12 bulan setelah aturan baru diberlakukan.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.