“Mundur, Mbak”: Tentang Cinta, Kekerasan Verbal, dan Sekufu
Mubadalah.id – “Mundur, Mbak…”. Kalimat itu tiba-tiba muncul di kepala saya ketika melihat sepasang kekasih bertengkar...
Mubadalah.id – “Mundur, Mbak…”. Kalimat itu tiba-tiba muncul di kepala saya ketika melihat sepasang kekasih bertengkar...
Mubadalah.id – “Saya tidak mau jadi duda.” Kalimat itu disampaikan seorang anak laki-laki ketika saya bertanya...
Mubadalah.id – Hari ini, saya mengikuti pertemuan bulanan Muslimat Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah (NWDI) di Sembalun,...
Mubadalah.id – Beberapa waktu lalu, saya akhirnya bertemu dengan Saraiyah, ulama perempuan sekaligus ketua Sekolah Perempuan...
Mubadalah.id – Sejak kecil, saya mengenal Nyai Ageng Pinatih terutama dalam kaitannya dengan tokoh laki-laki. Dalam...
Mubadalah.id. Di Indonesia, masa tunggu haji bisa mencapai puluhan tahun. Orang mendaftar saat masih sehat dan...
Mubadalah.id – Beberapa waktu lalu saya berkesempatan berdiskusi dengan siswa-siswi tingkat SMP dan SMA dalam forum...
Mubadalah.id – Di tengah kultur Lombok yang masih kuat dengan tradisi patriarkhal, tidak banyak perempuan yang...
Mubadalah.id – Kaffarat sering dipahami sebagai konsekuensi atas pelanggaran puasa. Namun di penghujung Ramadan ini, muncul...
Mubadalah.id – Sebagai seorang perempuan dan istri, saya pernah beberapa kali dianggap “kurang salihah” oleh orang-orang...
Cookies are used to ensure the best experience on this website.
By installing our application, you can access our content faster and easier.
