Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Bahlil: Kebutuhan Batu Bara PLN Belum Aman, Kurang 20 Juta Ton

Bahlil: Kebutuhan Batu Bara PLN Belum Aman, Kurang 20 Juta Ton

bahlil:-kebutuhan-batu-bara-pln-belum-aman,-kurang-20-juta-ton
Bahlil: Kebutuhan Batu Bara PLN Belum Aman, Kurang 20 Juta Ton
service

KABARBURSA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) masih minus 20 juta metrik ton dari total kebutuhan tahunan yang mencapai 154 juta metrik ton. 

Mandeknya sisa kontrak ini terjadi akibat tipisnya margin keuntungan pengusaha batu bara lantaran patokan harga Domestic Market Obligation (DMO) yang terlalu murah.

Bahlil mengungkapkan, dari target pemenuhan kebutuhan tersebut, pemerintah sebenarnya telah memberikan penugasan (DMO) kepada perusahaan batu bara sebesar 190 juta ton. Namun, hingga saat ini kontrak yang terealisasi baru menyentuh 134 juta ton.

“Kebutuhan PLN 154 juta ton, yang sudah dikontrak 134 juta ton. Artinya tinggal kurang 20 juta ton yang belum dikontrakkan,” ujar Bahlil dalam rapat kerja, dikutip Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut Bahlil, akar masalah seretnya pasokan ini ada pada spesifikasi batu bara berkalori sedang yang diminta oleh PLN. Jenis batu bara tersebut kini semakin langka di pasar domestik.

Ditambah lagi, rasio pengupasan tanah batu bara medium di lapangan sudah melonjak tinggi di kisaran angka 10 hingga 12. Kondisi lapangan yang berat ini tidak sebanding dengan regulasi harga jual ke PLN yang dipatok murah sebesar USD70 per ton melalui skema DMO.

“Dengan SR angka 10 sampai 12 dan harga DMO USD70, harga jual ke PLN itu membuat untung perusahaannya sudah enggak ada. Itulah yang menjadi kendala utamanya,” tegas Bahlil.

Guna mengurai benang kusut tersebut, Bahlil langsung menggelar rapat maraton selama 5,5 jam bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan jajaran direksi untuk melakukan rekonfirmasi data agar tidak memicu multiinterpretasi. Pemerintah juga memutuskan untuk memberikan fleksibilitas prioritas dalam pengadaan energi primer ini.

Tak main-main, pasokan energi PLN ini juga mendapat atensi langsung dari Istana. Bahlil menyebut Presiden telah menginstruksikan pembentukan tim pengawasan khusus untuk memelototi rantai pasok batubara nasional.

“Sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden. Untuk pengawasan energi primer agar tidak begini terus, kita membentuk tim pengadaan yang melibatkan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP. Tidak ada dusta di antara kita,” pungkas Bahlil.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.