Jakarta, Arina.id—Perbincangan hangat tengah melanda jagat media sosial terkait penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.
Polemik ini makin meruncing setelah sejumlah tokoh terkemuka, seperti KH Said Aqil Sirojd, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), diduga dicatut namanya sebagai penyumbang tulisan dalam karya tersebut.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam peluncuran buku Islam ala Prabowo. BAZNAS menegaskan bahwa buku tersebut bukan produk kebijakan lembaga, bukan rujukan resmi, dan bukan pedoman ajaran Islam yang ditetapkan BAZNAS.
“Buku tersebut diluncurkan dalam rangkaian Rakornas BAZNAS, sehingga BAZNAS hadir dalam momentum peluncurannya sebagai bagian dari sinergi kelembagaan. Namun, buku tersebut bukan produk kebijakan BAZNAS dan bukan pula rujukan atau pedoman ajaran Islam yang ditetapkan BAZNAS,” ujar BAZNAS dalam klarifikasinya dikutip Arina.id, Senin (7/9).
BAZNAS mengatakan bahwa buku tersebut diinisiasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua MUI KH Anwar Iskandar serta ditulis oleh para penulisnya.
BAZNAS tetap menjalankan mandatnya berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011, yaitu mengelola zakat secara nasional mulai dari perencanaan, pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, pengendalian, sampai pelaporan dan pertanggungjawaban.
“Dalam menjalankan mandat tersebut, BAZNAS menjaga amanah dana yang ditunaikan para muzaki agar dikelola sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi Mustahik,” tulisnya.
Katalog Gramedia mencatat Islam Ala Prabowo sebagai karya Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas. Buku itu terbit pada tahun 2025 dan bukan buku yang ditulis Presiden Prabowo Subianto. Peluncurannya berlangsung di Jakarta pada 26 Agustus 2025 dalam rangkaian Rakornas BAZNAS.
Diketahui, berdasarkan deskripsi penerbit dan informasi mengenai buku tersebut, pembahasannya tidak menawarkan ajaran atau mazhab Islam baru, melainkan mengulas Prabowo melalui perspektif nilai-nilai Islam, termasuk moral, kepemimpinan, perdamaian, keadilan, spiritualitas, dan perjuangan untuk kesejahteraan rakyat.
Secara umum, isi buku Islam ala Prabowo dapat dipahami melalui beberapa tema utama. Berikut pembahasannya.
1. Kehidupan Keagamaan dan Spiritualitas Prabowo
Pembahasan diarahkan untuk melihat bagaimana nilai Islam ditempatkan dalam kehidupan pribadi Prabowo. Perspektif tersebut kemudian dikaitkan dengan karakter dan sikap yang ditunjukkannya dalam perjalanan hidup.
2. Nilai Islam dalam Kehidupan Prabowo
Deskripsi buku menyebut upaya tersebut dilakukan dengan menggali nilai dan paradigma yang berkaitan dengan perjalanan Prabowo. Dengan pendekatan itu, Islam tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan ritual, tetapi juga dikaitkan dengan perilaku dan prinsip dalam kehidupan.
3. Islam, Perdamaian, dan Keadilan
Perdamaian dan keadilan juga menjadi bagian dari pembahasan buku. Nilai tersebut dikaitkan dengan kepemimpinan dan cara melihat persoalan masyarakat maupun dunia. Perspektif Islam digunakan sebagai salah satu kerangka untuk membaca sikap serta perjuangan Prabowo dalam menjalankan peran politiknya.
4. Kepemimpinan Prabowo dari Perspektif Islam
Prabowo ditempatkan sebagai seorang pemimpin yang perjalanan kariernya berlangsung dari lingkungan militer, kemudian masuk ke dunia politik hingga menjadi Presiden Republik Indonesia. Perjalanan tersebut dibaca melalui perspektif nilai-nilai yang berkaitan dengan Islam.
5. Perjuangan untuk Kesejahteraan Rakyat
Nilai-nilai Islam dikaitkan dengan gagasan mengenai pengabdian dan perjuangan untuk masyarakat. Artinya, keberislaman dalam konteks buku tersebut tidak hanya dilihat dari kehidupan personal, tetapi juga dari bagaimana seorang pemimpin menjalankan tanggung jawab terhadap rakyat.
6. Perjalanan Karier dan Kiprah Prabowo
Buku ini juga menghubungkan nilai-nilai Islam dengan perjalanan karier Prabowo, termasuk kiprahnya di dunia militer dan politik.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari konteks untuk memahami bagaimana karakter dan prinsip yang dibahas dalam buku ditempatkan dalam kehidupan seorang tokoh nasional.




Comments are closed.