Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. BRI Buka Peluang Financial Technology di WEF Davos 2026

BRI Buka Peluang Financial Technology di WEF Davos 2026

bri-buka-peluang-financial-technology-di-wef-davos-2026
BRI Buka Peluang Financial Technology di WEF Davos 2026
service

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menilai sektor financial technology (fintech) di Indonesia masih menyimpan potensi besar.

Bagi Bank BRI, fintech dapat terus berkembang seiring meningkatnya minat investor dan pelaku keuangan global untuk menjajaki kolaborasi dengan industri perbankan nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi dalam forum Indonesia Pavilion, panel Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets pada ajang World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa 20 Januari lalu.

Panel tersebut turut dihadiri President and Chief Executive Officer of TCW, Katie Koch serta Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini.

Dalam paparannya, Hery menyatakan bahwa fintech kini merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem layanan keuangan.

Fintech juga berisan langsung terhadap bisnis perbankan. Secara umum, fintech terbagi ke dalam dua segmen utama, yakni fintech lending (pembiayaan) dan fintech berbasis transaksi atau pembayaran.

“Dua segmen ini sangat dekat dengan bisnis perbankan. Setiap fintech memiliki tantangan yang berbeda. Sehingga, untuk membangun bisnis fintech yang berkelanjutan dapat mengeksplorasi berbagai layanan keuangan lokal, untuk memahami karakter dan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Hery lewat keterangan resmi, Senin 26 Januari 2026.

Menurutnya, dengan lebih dari 120 bank beroperasi di Indonesia, fintech berbasis pembayaran dinilai memiliki prospek yang menjanjikan, terutama untuk mendukung efisiensi transaksi dan perluasan inklusi keuangan.

Sementara pada segmen fintech lending, Hery turut mengingatkan pentingnya manajemen risiko.

Ia menyebut, pembiayaan digital memiliki profil risiko yang lebih tinggi, sehingga pemahaman terhadap karakter nasabah dan mekanisme penyaluran kredit menjadi faktor penentu keberlanjutan bisnis.

Kini di era serba canggih dengan percepatan transformasi digital global, bank berkode saham BBRI ini terus menyesuaikan layanan keuangan dengan kebutuhan era teknologi pintar.

Bank BRI juga terus berupaya mengembangkan ekosistem digital banking yang saling terintegrasi.

Adapun ekosistem digital BRI mencakup layanan ATM, CRM (Cash Recycle Machine), Agen BRILink, Internet Banking, hingga super apps BRImo untuk mendukung kemudahan transaksi masyarakat.

Ke depan, BRI juga berkomitmen untuk menghadirkan solusi keuangan digital yang aman, relevan, dan mudah diakses. Hal tersebut sejalan dengan agenda penguatan keuangan berkelanjutan di Tanah Air. (info-bks/*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.