Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Traveling
  3. Bukan Hotel, Hostel Dorms Jadi Tempat Menginap Favorit Suporter Piala Dunia 2026

Bukan Hotel, Hostel Dorms Jadi Tempat Menginap Favorit Suporter Piala Dunia 2026

bukan-hotel,-hostel-dorms-jadi-tempat-menginap-favorit-suporter-piala-dunia-2026
Bukan Hotel, Hostel Dorms Jadi Tempat Menginap Favorit Suporter Piala Dunia 2026
service

Hostel Dorms, Favorit Suporter Piala Dunia 2026. Piala Dunia 2026 merupakan Piala Dunia dalam sejarah di mana suporter harus berhemat sebisa mungkin. 

Pembatasan perjalanan, penolakan visa, masalah keamanan, dan kenaikan harga tiket telah menekan jumlah penonton Piala Dunia 2026. Pendapatan sebesar $40 M (Rp 723 T) yang dijanjikan FIFA tinggal mimpi bagi industri pariwisata Amerika Serikat yang telah lesu sebelum laga pembuka.

Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, Negeri Paman Sam memberlakukan peraturan baru bagi warga negara asing yang hendak berkunjung ke AS untuk menonton tim kesayangan mereka.

Penggemar dari sejumlah negara menghadapi larangan perjalanan langsung ke Amerika Serikat, sementara penggemar lainnya harus melewati berbagai rintangan untuk masuk ke negara tersebut.

“Bahkan sebelum Piala Dunia dimulai, banyak turis yang mengaku waswas bepergian ke Amerika Serikat,” kata Ebenezer Obadare, pakar hubungan internasional AS.

Sebelumnya, FIFA memprediksi bahwa turnamen ini akan menarik lebih dari 5 juta penggemar akan membanjiri tiga negara tuan rumah.. Sementara Departemen Luar Negeri yakin bakal terjadi lonjakan 10 juta wisatawan bola di Amerika Serikat saja. 

FIFA memperkirakan bahwa total pengeluaran (oleh tuan rumah, FIFA, investor, dan penggemar) dapat mencapai sekitar $13,9 miliar (setara dengan Rp 251 T).

FIFA juga memperkirakan bahwa turnamen ini bisa menghasilkan pendapatan sebesar $40 miliar (setara dengan Rp 723 T) dan menciptakan lebih dari 800 ribu lapangan kerja di tiga negara tuan rumah.

Nonton di rumah saja

“Kami tak sabar untuk menyambut penggemar sepak bola dari seluruh dunia,” demikian bunyi pernyataan di situs web Departemen Luar Negeri AS, mengutip Presiden Donald Trump. Namun, peraturan Gedung Putih tentang suporter asing sangat bervariasi. 

Setidaknya empat dari 48 negara peserta, yaitu Haiti, Iran, Pantai Gading, dan Senegal, dikenakan larangan perjalanan penuh (yang hanya berlaku untuk pengunjung atau wisatawan), dan beberapa negara lain harus menjalani pemeriksaan yang lebih ketat sebelum masuk AS. 

Situasi sulit ini memicu berbagai reaksi internasional. Bahkan sempat muncul seruan untuk memboikot turnamen empat tahunan ini.

“[Pemerintahan Trump] sudah keterlaluan,” kata penggemar asal Senegal, Singom Dadji Ngam, tak lama setelah larangan yang diumumkan pada Desember lalu. “Tidak harus ke Amerika supaya bisa hidup,” tambahnya, merujuk pada klaim pemerintah AS tentang tingginya angka pelanggaran visa. “Toh kami tidak akan tinggal di sana.”

Lolosnya Haiti setelah lebih dari 50 tahun merupakan momen bersejarah bagi negara tersebut, sehingga pemerintah AS khawatir para suporter Haiti akan membanjiri AS untuk memberikan dukungan. 

Laga Iran berlangsung ketika ‘laga’ lainnya di Timur Tengah masih membara. Keribetan untuk menghadiri Piala Dunia tampak mengecewakan bagi penggemar maupun pemain negara ini.

Para suporter dari negara lain, termasuk Kanada dan Jerman, mengatakan bahwa mereka juga tidak menonton pertandingan yang digelar di AS. Mereka khawatir akan jadi sasaran razia petugas imigrasi.

Dua hari sebelum laga pembuka Piala Dunia 2026, FIFA juga mencabut alokasi tiket Iran dengan mengambil alih 8% tiket yang seharusnya menjadi hak federasi sepak bola yang bersangkutan. 

Badan sepak bola Iran mengklaim bahwa langkah tersebut menunjukkan AS menempuh berbagai cara guna menghalangi kehadiran para suporter Iran. 

Para pengamat politik berasumsi pemerintah AS terlalu curiga bahwa para suporter dari negara manapun akan menetap di wilayah mereka, lalu menanti kesempatan untuk berbuat onar. 

Seperti yang pernah terjadi di Euro 2012 Ukraina-Polandia, di mana gerakan sayap kanan cenderung menguat setelah suporter dari seluruh penjuru Eropa membanjiri dua negara itu selama turnamen. 

Apapun asal negara para penggemarnya, mereka akan membutuhkan banyak uang untuk hadir. Harga tiket Piala Dunia 2026 adalah yang termahal dibandingkan turnamen sebelumnya, karena banyak tiket yang harganya mencapai ribuan dolar. Misalnya, satu tempat duduk barisan depan ditawarkan seharga $32.000 (setara dengan Rp 578 juta). 

Harga itu juga belum termasuk biaya tambahan bagi para wisatawan, seperti penginapan, parkir, dan transportasi yang juga mengalami kenaikan harga. Business Insider memperkirakan, satu orang suporter saja dapat menghabiskan $30.000 (setara dengan Rp 542 juta) demi menyaksikan pertandingan tim favoritnya sepanjang turnamen ini.

Menginap di ‘asrama’

Mengingat tingginya tarif dan kekhawatiran atas keamanan pribadi, industri perhotelan AS tidak mengalami peningkatan okupansi hotel sebagaimana yang dijanjikan FIFA.  

American Hotel and Lodging Association (AHLA) mengklaim bahwa 80% hotel di 11 kota tuan rumah Negeri Paman Sam melaporkan bahwa tingkat okupansi mereka di bawah perkiraan. Walaupun terjadi peningkatan okupansi hotel di kota-kota tuan rumah Kanada dan Meksiko. 

Para pengamat menimpakan kesalahan pada pihak hotel AS yang telah menaikkan tarif per malam sampai $1000 per malam, alias 300% lebih tinggi dari tarif di hari-hari biasa. Suporter berbagai bangsa tampaknya lebih memilih menginap di hotel kapsul, hostel, atau dormitory (semacam homestay) yang tarifnya jauh lebih murah dibanding hotel bermerek. 

Jauh sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Meksiko cukup gencar mempromosikan diri sebagai tuan rumah yang kaya event budaya dengan fan center tersebar di berbagai sudut kota. 

Sebuah sumber mengatakan, para suporter dari luar benua Amerika cenderung memilih menginap di Meksiko karena tarif hotel yang lebih murah daripada di New York atau New Jersey. 

Mereka tampaknya tidak khawatir dengan isu gangguan keamanan yang sempat melanda Meksiko, karena mereka bepergian secara berkelompok.

Apalagi hostel dorms cukup menjamur di kota tuan rumah Piala Dunia Meksiko City. Daripada menginap di hotel mahal dan tak bisa pulang ke negara asal, para suporter lebih memilih menginap di hostel dengan tarif rata-rata $150 per malam. 

Cara ini bisa ditiru para suporter klub sepak bola Indonesia yang ingin menonton tim kesayangan mereka secara langsung di kota mana pun mereka berlaga. Jangan lupa cek asian handicap hari ini untuk melihat jadwal pertandingan klub kesayanganmu sebelum memesan kamar di hostel terdekat. 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.