Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Bukan Listrik, Motor Tenaga Uap Ini Melaju 310 Km per Jam dalam 5,5 Detik

Bukan Listrik, Motor Tenaga Uap Ini Melaju 310 Km per Jam dalam 5,5 Detik

bukan-listrik,-motor-tenaga-uap-ini-melaju-310-km-per-jam-dalam-5,5-detik
Bukan Listrik, Motor Tenaga Uap Ini Melaju 310 Km per Jam dalam 5,5 Detik
service

KABARBURSA.COM – Inovasi teknologi otomotif tidak selalu lahir dari produsen kendaraan bermodal besar. Seorang insinyur presisi asal North Yorkshire, Inggris, Graham Sykes, berhasil mengembangkan sepeda motor bertenaga uap yang mampu melesat hingga 310 kilometer per jam dalam uji coba di Santa Pod Raceway.

Melansir Carscoops, motor bernama Force of Nature tersebut mencatatkan waktu 5,5 detik untuk menempuh jarak seperempat mil. Dari posisi diam hingga kecepatan 100 kilometer per jam, kendaraan itu hanya membutuhkan sekitar 0,4 detik.

Pencapaian tersebut menjadikan Force of Nature sebagai salah satu sepeda motor dengan akselerasi tercepat di dunia. Satu-satunya motor yang mampu mencatat waktu seperempat mil lebih cepat adalah motor bertenaga roket milik pembalap Prancis Eric Teboul dengan catatan 4,976 detik.

Berbeda dengan inovasi kendaraan yang umumnya berasal dari produsen otomotif global, Force of Nature justru dikembangkan dari hasil pengembangan Graham Sykes yang kini berusia 62 tahun.

Motor tersebut tidak menggunakan mesin pembakaran internal maupun motor listrik berbasis baterai. Sebagai gantinya, tenaga dihasilkan dari sistem uap bertekanan tinggi yang memanfaatkan panas dari pembakar berbahan bakar minyak tanah atau minyak nabati.

Panas dialirkan melalui enam tabung pembakar menuju bejana berkapasitas 120 liter yang berisi air deionisasi dan demineralisasi. Sistem tersebut bekerja pada suhu hingga 250 derajat Celsius dengan tekanan mencapai 580 psi sehingga mampu menghasilkan daya dorong sekitar 2,9 detik.

Tim pengembang saat ini masih berupaya memperpanjang durasi daya dorong menjadi lebih dari tiga detik dengan mengurangi turbulensi dan kavitasi yang menghambat aliran uap.

Gaya Akselerasi Setara Pilot Jet Tempur

Dalam wawancara dengan MCN, Sykes mengatakan motor tersebut mampu menghasilkan gaya gravitasi hingga 6,8 G saat berakselerasi. Besarnya gaya tersebut setara dengan beban yang biasa dialami pilot pesawat tempur saat bermanuver.

Pada titik puncak akselerasi, pengendara dengan berat badan 85 kilogram dapat merasakan beban sesaat yang setara sekitar 578 kilogram.

Karena itu, Sykes harus langsung memosisikan tubuhnya merapat ke setang dan mengangkat kedua kaki segera setelah tombol akselerasi dilepas untuk menjaga stabilitas motor selama proses peluncuran.

Keberhasilan Force of Nature menunjukkan inovasi teknologi otomotif masih terus berkembang melalui berbagai pendekatan, termasuk dari pengembang independen yang mengeksplorasi konsep di luar teknologi penggerak konvensional.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.