Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Tekan Angka Kematian Kanker, Pemerintah Tempuh Strategi Ini

Tekan Angka Kematian Kanker, Pemerintah Tempuh Strategi Ini

tekan-angka-kematian-kanker,-pemerintah-tempuh-strategi-ini
Tekan Angka Kematian Kanker, Pemerintah Tempuh Strategi Ini
service

Tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan diagnosis. Untuk menekan angka kematian tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan transformasi besar melalui distribusi alat deteksi dini berteknologi canggih hingga tingkat Puskesmas serta percepatan pemenuhan dokter spesialis onkologi.

Komitmen strategis tersebut ditegaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026. Menkes Budi menyoroti lebih dari 80 persen pasien kanker di Indonesia baru terdiagnosis ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut, yakni stadium tiga atau empat.

“Kunci utama penanggulangan kanker adalah deteksi cepat dan pengobatan cepat. Jika diketahui pada stadium satu, peluang kesembuhan dengan teknologi yang ada saat ini sangat tinggi,” ujar Budi.

Ia juga mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat berusia 40 tahun ke atas yang berisiko tinggi sebagai langkah krusial dalam memperkuat deteksi dini.

Kondisi tersebut tercermin dari data GLOBOCAN yang mencatat terdapat 408.661 kasus baru kanker di Indonesia dengan 242.988 kematian setiap tahun. Kanker menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga secara nasional. Kanker payudara dan kanker serviks menjadi ancaman utama bagi perempuan, sedangkan pada laki-laki didominasi oleh kanker paru dan kanker kolorektal.

Untuk mengatasi tingginya beban penyakit tersebut, Kemenkes mulai mengurangi sentralisasi layanan agar tidak lagi bertumpu di kota-kota besar. Sebanyak 10.000 Puskesmas kini dilengkapi mesin X-ray digital dan alat ultrasonografi (USG) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu mendeteksi kanker paru dan benjolan pada payudara. Selain itu, layanan tes HPV DNA untuk mendeteksi virus penyebab kanker serviks juga disiapkan di fasilitas layanan kesehatan primer.

Di tingkat rujukan, sebanyak 514 kabupaten/kota akan dilengkapi dengan layanan CT scan untuk penegakan diagnosis lanjutan. Kemenkes juga menargetkan pengadaan 60 alat PET scan pada 2028, memperluas layanan kemoterapi di 500 kabupaten/kota, serta membangun fasilitas terapi proton pertama di RS Kanker Dharmais. Namun, penguatan infrastruktur tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Menjawab tantangan itu, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Arianti Anaya, menyatakan siap mempercepat ketersediaan dokter spesialis onkologi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada jalur pendidikan konvensional yang membutuhkan waktu panjang.

“Langkah ini kami lakukan melalui jalur program Fellowship dan Advanced Clinical Training. Dengan demikian, kebutuhan SDM kesehatan khusus penanganan kanker dapat segera terpenuhi untuk melayani masyarakat,” kata Arianti.

Sebagai strategi jangka panjang, Kemenkes telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker 2024–2034 dan tengah mengintegrasikan data registri kanker nasional ke dalam laporan global WHO. Ke depan, pelayanan kanker di Indonesia akan memasuki era kedokteran genomik (precision medicine), yang memungkinkan layanan primer melakukan tes genetik untuk mendeteksi risiko kanker sebelum penyakit berkembang.

“Melalui pemerataan teknologi, pembenahan SDM, serta penguatan registri nasional, kita optimistis angka kematian akibat kanker di Indonesia dapat ditekan secara drastis,” kata Budi.

ICCF 2026 mengusung tema “Next-Generation Oncology: Management, Technology and Holistic Care” dan diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) bekerja sama dengan China Anti-Cancer Association (CACA).

Forum yang dihadiri sekitar 350 peserta dari kalangan dokter hingga mahasiswa kedokteran tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kerja sama dalam layanan, pendidikan, dan penelitian kanker antara Indonesia dan China. Topik yang dibahas meliputi pencegahan, skrining, pengobatan mutakhir seperti radioterapi presisi, imunoterapi, genomic profiling, hingga terapi suportif.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.