Selama menstruasi, perempuan yang mengalami menstruasi mungkin memiliki berbagai gejala selain pendarahan menstruasi, seperti kram atau nyeri, kembung, sakit kepala, dan/atau perubahan suasana hati. Biasanya, gejala-gejala itu tidak menghalangi mereka untuk melakukan rutinitas sehari-hari.
Meskipun lebih dari 2 dari 3 perempuan yang mengalami menstruasi merasakan nyeri menstruasi. Nyeri itu sering dapat diatasi dengan obat pereda nyeri dan terapi lain seperti botol air panas atau bantalan penghangat. Namun, bagi sebagian orang, nyeri menstruasi bisa sangat parah dan bahkan dapat terjadi ketika tidak ada pendarahan menstruasi.
Sebuah studi tahun 2023 di 10 kota di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara menemukan bahwa hampir setengah dari perempuan yang mengalami menstruasi merasakan pendarahan menstruasi yang berat. Hal ini menempatkan mereka pada risiko anemia defisiensi besi.
Siklus menstruasi sangat terkait dengan kesehatan mental. Beberapa perempuan yang mengalami menstruasi merasakan kecemasan, kesedihan atau suasana hati yang tertekan, mudah tersinggung atau perubahan suasana hati lainnya selama siklus menstruasi, sebelum atau selama pendarahan menstruasi. Gejala-gejala ini bisa cukup parah sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup, hubungan sosial, dan partisipasi di sekolah atau pekerjaan.
Perdarahan menstruasi yang tidak dapat diprediksi, jarang terjadi, sangat menyakitkan, banyak, dan/atau disertai perubahan suasana hati yang mengganggu atau gejala lain yang mengganggu aktivitas normal. Selain itu, dapat mengindikasikan kondisi kesehatan yang mendasarinya seperti endometriosis, adenomyosis (ketika jaringan yang melapisi rahim mulai tumbuh di dalam otot rahim), fibroid, penyakit Von Willebrand atau gangguan perdarahan lainnya.
Bisa juga merupakan sindrom ovarium metabolik poliendokrin yang sebelumnya dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Pun hal itu mengindikasikan sindrom pramenstruasi (PMS) atau gangguan disforia pramenstruasi (PMDD), atau penurunan fungsi ovarium dini (insufisiensi ovarium primer).
Kekhawatiran tentang menstruasi perlu didengar dan dievaluasi oleh petugas kesehatan dan perawatan. Sebab, dapat sangat mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan risiko penyakit jangka panjang.
Pendidikan kesehatan menstruasi yang akurat dan sesuai usia harus diberikan kepada anak-anak usia sekolah sebelum menstruasi pertama mereka. Pendidikan tersebut harus menjelaskan bahwa menstruasi adalah proses alami tubuh yang tidak memengaruhi kualitas hidup bagi kebanyakan orang.
Edukasi itu juga menjelaskan cara menggunakan dan membuang (atau mencuci, mengeringkan, dan menggunakan kembali) perlengkapan menstruasi yang menyerap atau mengumpulkan cairan menstruasi dengan cara yang sehat bagi orang yang mengalami menstruasi dan lingkungan.
Selain itu, pendidikan itu menginformasikan kepada mereka bahwa gejala-gejala yang mengkhawatirkan seperti nyeri, pendarahan hebat, suasana hati yang tertekan atau cemas, dan menstruasi yang tidak ada atau jarang merupakan alasan yang sah untuk mencari perawatan kesehatan.
Dan, hal itu menantang norma dan mitos sosial negatif yang berkaitan dengan darah menstruasi dan siklus menstruasi.
Tanpa edukasi kesehatan menstruasi – atau jika edukasi tersebut tidak akurat atau disampaikan oleh pendidik yang tidak terlatih – orang yang mengalami menstruasi, teman sebaya mereka, keluarga, dan anggota komunitas mungkin mengabaikan atau menerima gejala serius. Atau, merasa terlalu malu untuk meminta bantuan atau mencari perawatan kesehatan.
Banyak petugas kesehatan dan perawatan tidak memiliki pelatihan yang cukup tentang kesehatan menstruasi dan mungkin mengabaikan atau meremehkan gejala yang terkait dengan menstruasi. Ini menyebabkan keterlambatan atau terlewatnya diagnosis kondisi kesehatan penting.
Menurut pemodelan data WASH yang dikumpulkan antara tahun 2000–2019, diperkirakan 500 juta orang yang mengalami menstruasi di seluruh dunia tidak memiliki akses terhadap berbagai macam bahan, fasilitas, dan layanan yang mendukung kesehatan menstruasi dan memungkinkan mereka untuk mengalami menstruasi dengan bermartabat.
Banyak orang yang mengalami menstruasi tidak memiliki akses terhadap bahan menstruasi sekali pakai atau dapat digunakan kembali yang diproduksi secara lokal atau komersial seperti pembalut, tampon, celana dalam menstruasi, atau cangkir menstruasi, atau harganya terlalu mahal.
Sebagai gantinya, mereka menggunakan kain, lap, daun, kertas, atau barang lain untuk menyerap darah menstruasi. Lebih lanjut, saat ini tidak ada standar keselamatan global untuk memastikan bahwa bahan menstruasi yang diproduksi secara lokal atau komersial aman, berkualitas tinggi, dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
Orang yang mengalami menstruasi mungkin juga tidak memiliki akses ke ruangan yang aman, bersih, dan pribadi tempat mereka dapat mengganti, mencuci, dan/atau mengeringkan bahan menstruasi; mencuci tangan dan tubuh mereka; dan membuang bahan menstruasi bekas dengan cara yang tidak membahayakan lingkungan.
Hal ini penting karena, meskipun perempuan yang mengalami menstruasi memiliki cukup perlengkapan menstruasi yang ingin mereka gunakan, sistem pengelolaan limbah yang berfungsi dengan baik untuk membuang perlengkapan menstruasi secara aman sangat penting untuk melindungi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Di banyak komunitas, orang yang mengalami menstruasi mungkin mengalami stigma menstruasi, atau sikap, kepercayaan, dan praktik negatif yang berkaitan dengan menstruasi. Kepercayaan dan sikap negatif ini bervariasi di berbagai budaya dan beririsan dengan bentuk stigma lainnya.
Stigma menstruasi dapat membatasi kesehatan dan kesejahteraan, tahun pendidikan yang diselesaikan, upah dan pendapatan dari pekerjaan berbayar, serta rasa memiliki secara sosial dan budaya. Norma dan tabu sosial mengenai menstruasi cenderung menyebarkan mitos bahwa menstruasi pada dasarnya kotor atau najis dan sesuatu yang memalukan, sehingga membuat orang yang mengalami menstruasi merasa bahwa menstruasi harus disembunyikan atau dirahasiakan.
Penelitian ilmiah berkualitas tinggi tentang menstruasi masih kurang memadai. Memiliki lebih banyak bukti berkualitas tinggi tentang menstruasi dapat membantu sistem kesehatan memberikan perawatan kesehatan menstruasi yang lebih baik, mendukung kebijakan kesehatan yang meningkatkan pengalaman menstruasi bagi perempuan yang mengalami menstruasi, dan mengubah tabu serta sikap seputar menstruasi.





Comments are closed.