Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Catat Bun, Ini 7 Karakter Orang yang Senang Mengakses Berita Menurut Psikolog

Catat Bun, Ini 7 Karakter Orang yang Senang Mengakses Berita Menurut Psikolog

catat-bun,-ini-7-karakter-orang-yang-senang-mengakses-berita-menurut-psikolog
Catat Bun, Ini 7 Karakter Orang yang Senang Mengakses Berita Menurut Psikolog
service

Jakarta

Di era digital, mengakses berita sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Ada yang selalu meluangkan waktu untuk membaca berita untuk mengetahui perkembangan isu terkini.

Kebiasaan ini ternyata tidak hanya mencerminkan rasa ingin tahu seseorang. Menurut psikologi, kebiasaan mengikuti berita ternyata dapat berkaitan dengan sejumlah karakter atau kecenderungan kepribadian, Bunda.

Lantas, seperti apa karakter orang yang senang mengakses berita? Simak penjelasannya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karakter orang yang sangat suka melihat berita

Dikutip dari laman Your Tango, berikut tujuh ciri karakter dan kepribadian orang yang sangat suka melihat berita:

1. Pribadi yang suka penasaran

Seseorang yang selalu menonton berita biasanya memiliki rasa ingin tahu yang kuat, Bunda. Orang-orang ini tidak menonton berita karena takut, melainkan karena keinginan untuk belajar sebanyak mungkin. Mungkin mereka memiliki minat yang tulus pada politik atau lingkungan yang mendorong mereka untuk menonton berita.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences tahun 2024 menyimpulkan bahwa orang dengan tingkat keterbukaan yang lebih tinggi umumnya lebih sering mencari berita, meskipun angka-angka tersebut tidak selalu sesuai dengan kenyataan.

Orang yang selalu menonton berita secara alami memiliki rasa ingin tahu. Mereka ingin tahu lebih banyak tentang dunia tempat mereka tinggal, dan mereka berpikir menonton berita adalah salah satu cara terbaik untuk melakukannya.

2. Orang yang teliti

Seseorang yang teliti memiliki keinginan untuk melakukan hal yang benar, yang berarti mereka juga merasakan tanggung jawab. Menonton atau tidak menonton berita, sebenarnya tidak menentukan apakah kita melakukan hal yang benar atau salah, tetapi akan mudah bagi orang-orang yang teliti ini untuk menyamakan keinginan mereka untuk bertanggung jawab dengan mengetahui fakta dan tetap mendapatkan informasi.

Salah satu cara seseorang teliti dapat memilih untuk menonton berita dengan penuh tanggung jawab adalah dengan mencari sumber yang paling dapat diandalkan. Saat menonton berita, mereka biasanya tidak akan condong ke informasi yang bersifat sensasi saja, Bunda.

“Berfokus pada media yang dikenal hanya melaporkan fakta dapat menjadi cara yang sehat untuk menghadapi siklus berita. Hal ini memungkinkan seseorang untuk mempertahankan rasa tanggung jawab sekaligus menjaga kesehatan mentalnya,” ujar psikolog Logan Jones.

3. Mereka memiliki pribadi yang neurotik

Neurotik adalah kondisi yang menunjukkan ketidakstabilan emosi, dengan ciri utama mudah cemas dan khawatir tanpa alasan. Orang yang tidak bisa berhenti mengakses berita biasanya cenderung sedikit neurotik.

“Kita memang terprogram untuk mencari informasi, dan kita sering berjuang melawan kecemasan ketika kita merasa tidak yakin tentang sesuatu,” ujar psikolog klinis Dr. Adam S. Anderson.

Mereka yang neurotik suka menonton berita karena ingin mengetahui semua potensi bahaya yang akan terjadi di masa mendatang. Mereka berpikir dapat menghadapi apa yang mungkin terjadi dengan lebih mudah jika mereka mempersiapkan diri sebelumnya, dan mereka tidak dapat mempersiapkan diri jika mereka tidak mengetahui informasi apa pun.

4. Orang yang waspada

Sebagian orang lebih waspada daripada yang lain, dan penonton berita biasanya termasuk dalam kategori ini. Mereka merasa perlu mengetahui apa yang terjadi di dunia karena mereka ingin menyadari potensi ancaman yang mungkin muncul.

Ada kemungkinan bahwa orang-orang ini bahkan mungkin tidak benar-benar menikmati menonton berita, tetapi mereka tetap merasa memiliki kewajiban untuk melakukannya. Tidak ada yang salah dengan bersikap waspada, tetapi penting untuk mewaspadai tanda-tanda hipervigilansi atau kondisi ketika seseorang merasa waspada secara berlebihan.

5. Tidak ingin merasa dikucilkan

Mereka yang suka melihat berita mungkin melakukannya karena tidak ingin dikucilkan. Orang-orang ini takut ketinggalan informasi atau mengalami Fear of Missing Out (FOMO).

Untuk sementara waktu, tetap mendapatkan informasi terkini memang dapat membuat kita merasa lebih baik tentang keadaan dunia dan memberi kita perasaan bahwa kita memiliki kendali. Sayangnya, hal itu cenderung meningkatkan kecemasan dalam jangka panjang, sehingga penting bagi kita untuk selektif dalam memilih berita.

6. Pribadi yang suka berempati

Alasan orang menonton berita tidak selalu tentang malapetaka dan kesedihan. Terkadang, mereka melakukannya karana tidak bisa mengalihkan pandangan dari penderitaan orang lain atau tengah berempati.

Sekadar menonton berita jarang sekali benar-benar membantu orang lain, tetapi hal itu dapat memberi seseorang perasaan bahwa mereka memilih untuk tidak meninggalkan orang-orang yang sedang menderita. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan empati, Bunda.

“Kondisi kelelahan dan disfungsi (empati), secara biologis, fisiologis, dan emosional, terjadi sebagai akibat dari paparan berkepanjangan terhadap stres empati,” ungkap psikolog Charles Figley.

7. Pemikir yang berpikir secara katastrofik

Orang yang senang menonton berita mungkin memiliki karakter pemikir yang suka berpikir secara katastrofik. Istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan situasi yang berbahaya hingga bisa menyebabkan kehancuran.

Orang-orang yang memiliki pola berpikir ini mungkin lebih tertarik pada berita daripada orang lain karena mereka perlu mengetahui seberapa besar kemungkinan hal mengerikan itu benar-benar terjadi. Mereka memantau setiap potensi krisis dengan cermat untuk memastikan hal tersebut tidak meluas.

Demikian tujuh ciri kepribadian orang yang sangat suka menonton berita. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.