Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Cofiring Batu Bara Jadi Strategi Transisi Menuju Energi Lebih Bersih

Cofiring Batu Bara Jadi Strategi Transisi Menuju Energi Lebih Bersih

cofiring-batu-bara-jadi-strategi-transisi-menuju-energi-lebih-bersih
Cofiring Batu Bara Jadi Strategi Transisi Menuju Energi Lebih Bersih
service

KABARBURSA.COM — Di tengah tekanan global untuk menurunkan emisi karbon, Indonesia masih menghadapi dilema lama. Ketergantungan pada batu bara belum benar-benar surut di tengah target transisi energi.

Data pemerintah menunjukkan, lebih dari separuh bauran energi nasional masih bertumpu pada batu bara. Kondisi ini membuat transisi menuju energi bersih tidak bisa dilakukan secara drastis. Di sinilah teknologi cofiring batu bara dan biomassa kembali didorong sebagai jalan tengah.

Cofiring sendiri merupakan teknologi pembakaran campuran antara batu bara dan bahan bakar biomassa dalam satu sistem pembangkit listrik. Biomassa yang digunakan biasanya berasal dari limbah organik seperti sekam padi, cangkang sawit, serbuk kayu, hingga sampah rumah tangga yang telah diolah.

Melalui metode ini, sebagian porsi batu bara digantikan oleh biomassa, sehingga intensitas emisi karbon dapat ditekan tanpa harus mengubah secara total infrastruktur pembangkit listrik tenaga uap yang sudah ada.

Alih-alih langsung mematikan pembangkit listrik tenaga uap, pemerintah dan pelaku riset melihat cofiring sebagai solusi transisi. Teknologi ini memadukan batu bara dengan biomassa sehingga emisi bisa ditekan tanpa harus menghentikan operasi PLTU secara langsung.

Pendekatan ini dinilai realistis dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan apakah cofiring benar-benar solusi energi terbarukan atau sekadar cara menunda peralihan dari energi fosil.

Indonesia sebenarnya memiliki modal kuat untuk mengembangkan cofiring. Sumber biomassa tersedia dalam jumlah besar, mulai dari limbah pertanian hingga sampah rumah tangga.

Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menunjukkan potensi biomassa domestik cukup melimpah. Hutan tanaman energi di Indonesia mencapai sekitar 991 ribu ton, serbuk gergaji 2,4 juta ton, serpihan kayu 789 ribu ton, cangkang sawit 12,8 juta ton, hingga sampah rumah tangga mencapai 68,5 juta ton.

Angka ini menunjukkan satu hal penting. Secara bahan baku, Indonesia tidak kekurangan sumber energi alternatif. Tantangannya justru ada pada bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi sistem energi yang benar-benar efisien dan terintegrasi.

Di level implementasi, teknologi cofiring belum sepenuhnya tanpa masalah. Salah satu isu utama adalah slagging dan fouling, yakni pembentukan kerak dalam proses pembakaran suhu tinggi yang bisa menurunkan efisiensi pembangkit.

Periset BRIN, Datin Fatia Umar, menjelaskan tantangan ini mulai menemukan solusi melalui pendekatan teknologi material.

“BRIN telah berhasil membuktikan bahwa penggunaan biomassa sekam padi dan cangkang sawit serta penambahan mineral kaolin magnesit serta abu arang dapat melepaskan slag yang terbentuk pada saat pembakaran,” ujarnya, dilansir dari laman BRIN, Sabtu, 11 April 2026.

Temuan ini membuka peluang bahwa hambatan teknis bisa diatasi. Namun skala implementasi masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Cofiring Bukan Nol Emisi

Meski sering disebut sebagai bagian dari energi terbarukan, cofiring tetap menghasilkan emisi karbon. Bedanya, emisi tersebut bisa ditekan dan sebagian dapat diserap kembali melalui skema seperti hutan tanaman energi.

Dalam konteks ini, cofiring lebih tepat diposisikan sebagai solusi transisi, bukan solusi akhir menuju net zero emission.

Pendekatan ini menjadi kompromi antara kebutuhan menjaga pasokan listrik dan tuntutan pengurangan emisi. Namun bagi investor dan pelaku industri, posisi ini juga membuka ruang pertanyaan baru.

Bagi pemerintah, cofiring menawarkan solusi praktis. Infrastruktur PLTU tetap bisa digunakan, biaya transisi lebih terkendali, dan pasokan listrik relatif aman.

Namun bagi investor, arah ini perlu dibaca lebih dalam. Di satu sisi, cofiring membuka peluang bisnis baru di sektor biomassa dan pengelolaan limbah. Di sisi lain, ketergantungan pada batu bara masih menjadi risiko jangka panjang di tengah tekanan global terhadap energi fosil.

Di titik ini, cofiring berada di wilayah abu-abu. Ia bisa menjadi pintu masuk energi terbarukan, tetapi juga berpotensi menjadi penahan laju transformasi.

Ke depan, keberhasilan cofiring tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kebijakan dan ekosistem pendukung. Tanpa integrasi rantai pasok biomassa, insentif ekonomi, serta arah kebijakan yang jelas, teknologi ini berisiko berhenti di tahap pilot project.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.