Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Banda Aceh Kembangkan Peternakan Kambing

Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Banda Aceh Kembangkan Peternakan Kambing

dayah-mahyal-ulum-al-aziziyah-banda-aceh-kembangkan-peternakan-kambing
Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Banda Aceh Kembangkan Peternakan Kambing
service

Banda Aceh, NU Online

​​​​​​​Pondok Pesantren atau Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah terus mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren melalui usaha peternakan kambing yang dikelola Lembaga Aset dan Tata Usaha (LATA). Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun kemandirian ekonomi dayah sekaligus memperkuat pemberdayaan umat di lingkungan pesantren.

Usaha peternakan kambing yang dijalankan dayah pimpinan Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh itu kini mulai berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat. Hampir setiap pekan terdapat pembelian kambing untuk kebutuhan aqiqah, sementara menjelang Idul Adha persediaan kambing qurban terus berkurang.

Pengelola usaha menyebutkan, untuk musim qurban tahun ini tersisa sekitar 22 ekor kambing yang memenuhi syarat untuk ibadah kurban.

“Alhamdulillah hampir setiap Ahad ada masyarakat yang membeli kambing untuk aqiqah. Untuk kebutuhan qurban Idul Adha tahun ini tinggal tersisa sekitar 22 ekor,” ujar Abu Sibreh kepada NU Online, Jumat (15/5/2026). 

Menurutnya, pengembangan peternakan tersebut bukan semata usaha ekonomi biasa, tetapi bagian dari upaya pesantren membangun kemandirian agar tidak terus bergantung pada bantuan pihak luar.

“Kami terus berusaha membangun kemandirian ekonomi pesantren. Harapannya dayah bisa semakin kuat menopang kebutuhan pendidikan dan pembinaan santri,” katanya.

Selain menopang kebutuhan operasional pesantren, program peternakan itu juga menjadi media pembelajaran kewirausahaan bagi santri agar memiliki keterampilan ekonomi produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Ketua PWNU Aceh sekaligus Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, mengatakan pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Menurut pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah itu, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga harus mampu melahirkan kemandirian ekonomi untuk mendukung keberlangsungan dakwah dan pendidikan santri.

“Pesantren jangan hanya kuat dalam pendidikan agama, tetapi juga harus mampu mandiri secara ekonomi. Usaha peternakan seperti ini sangat baik karena manfaatnya langsung dirasakan pesantren dan masyarakat,” ujar Abu Sibreh.

Ia menilai penguatan ekonomi berbasis pesantren penting dilakukan agar dayah memiliki daya tahan lebih kuat menghadapi tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ketua LAZISNU PWNU Aceh, Tgk H Akmal Abzal, turut mengapresiasi langkah Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah dalam membangun usaha produktif berbasis pesantren. Menurutnya, kemandirian ekonomi dayah merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan pendidikan Islam dan pemberdayaan umat.

“Pesantren yang memiliki usaha produktif akan lebih kuat menopang kebutuhan pendidikan santri dan kegiatan sosial keumatan. Ini juga menjadi contoh baik bagi pengembangan ekonomi umat berbasis dayah,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Aceh terus mendukung produk dan usaha yang dikembangkan pesantren, termasuk kebutuhan qurban dan aqiqah, agar manfaat ekonominya dapat kembali dirasakan oleh santri dan masyarakat sekitar.

Abu Sibreh juga mengajak masyarakat Aceh mendukung usaha-usaha produktif pesantren, termasuk membeli hewan qurban dan aqiqah dari peternakan dayah. “Ketika masyarakat membeli hasil usaha pesantren, itu bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga bagian dari membantu pendidikan santri dan mendukung dakwah ulama,” katanya.

Menurutnya, tradisi gotong royong dan dukungan masyarakat selama ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan pesantren di Aceh.

Pengelola Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan, saran, doa, dan kepercayaan terhadap pengembangan usaha peternakan tersebut.

Mereka berharap program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren itu terus berkembang sehingga dapat memperkuat kemandirian dayah sekaligus membuka manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.