Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Di Balik Lumpur Banjir Aceh Tamiang, Hartati Menemukan Jalan ke Baitullah untuk Berhaji

Di Balik Lumpur Banjir Aceh Tamiang, Hartati Menemukan Jalan ke Baitullah untuk Berhaji

di-balik-lumpur-banjir-aceh-tamiang,-hartati-menemukan-jalan-ke-baitullah-untuk-berhaji
Di Balik Lumpur Banjir Aceh Tamiang, Hartati Menemukan Jalan ke Baitullah untuk Berhaji
service

Aceh Tamiang, NU Online

Suara Hartati Musirun Mukmin bergetar saat mengingat malam paling kelam dalam hidupnya. Hujan deras yang mengguyur Aceh Tamiang berubah menjadi banjir bandang yang datang tanpa ampun. Air bercampur lumpur menerjang rumah peninggalan orang tuanya hingga nyaris tak menyisakan apa pun.

Dalam hitungan menit, rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh berubah menjadi timbunan lumpur dan kayu. Dokumen penting, pakaian, perabot rumah tangga, hingga berkas haji miliknya hanyut diterjang banjir.

“Air itu naik sangat cepat. Kami tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang,” tutur Hartati Musirun Mukmin lirih kepada Tim Media Center Haji 2026 di Makkah.

Di tengah kehilangan besar itu, perempuan 56 tahun asal Aceh Tamiang tersebut justru sedang bersiap memenuhi panggilan suci menuju Baitullah.

Perjalanan Hartati menuju Tanah Haram bukan kisah yang lahir dari kemudahan hidup. Ia mendaftar haji bersama suaminya, Muhammad Sofyan, bertahun-tahun silam. Namun sebelum sempat berangkat, sang suami wafat pada 2014.

Sejak itu, Hartati menjalani hidup sebagai ibu tunggal. Dalam keterbatasan ekonomi, ia membesarkan anak-anaknya dengan penuh kesabaran sambil menyimpan harapan agar suatu hari bisa melihat Ka’bah dengan mata sendiri.

Harapan itu nyaris terasa mustahil ketika banjir datang merenggut hampir seluruh yang dimilikinya. Namun di tengah musibah, jalan Allah justru terbuka melalui ketiga anaknya yang bergotong royong membantu melunasi biaya haji sang ibu.

“Saya sendiri sebenarnya tidak punya uang lagi. Rumah saja belum bisa diperbaiki,” katanya sambil menahan tangis.

Petugas Haji Aceh, Khairul Huda, mengatakan kisah Hartati menjadi gambaran nyata tentang kekuatan doa dan kesabaran seorang hamba dalam menghadapi ujian hidup.

“Tidak semua orang yang kehilangan harta masih mampu menjaga harapan dan keyakinannya seperti Ibu Hartati. Ini pelajaran besar bagi kita semua bahwa Allah selalu punya cara memuliakan hamba-Nya,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan Hartati menuju Tanah Suci juga memperlihatkan kuatnya dukungan keluarga dalam membantu orang tua meraih cita-cita ibadah.

“Anak-anak beliau menunjukkan bakti yang luar biasa. Mereka bergotong royong membantu ibunya agar tetap bisa berangkat haji di tengah kondisi rumah yang rusak akibat banjir,” kata Khairul Huda.

Ia berharap kisah Hartati dapat menjadi motivasi bagi masyarakat agar tidak mudah menyerah menghadapi ujian hidup.

“Kadang manusia merasa semua jalan tertutup, tetapi Allah membuka jalan lain yang tidak pernah diduga. Karena itu tetaplah sabar, terus berdoa, dan terus berjuang dalam kebaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Tamiang, Mustofa Abdussalamsyah, menilai kisah Hartati menjadi pelajaran besar tentang kesabaran dan keyakinan kepada Allah di tengah ujian hidup.

“Kisah Ibu Hartati ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa manusia tidak boleh berhenti berharap kepada Allah meskipun sedang berada dalam kesulitan yang sangat berat,” ujarnya.

Menurutnya, musibah tidak seharusnya membuat seseorang menyerah, melainkan menjadi penguat untuk terus berjuang dalam kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.

“Beliau kehilangan rumah dan harta benda, tetapi tidak kehilangan keyakinan. Justru di tengah ujian itu Allah memuliakannya menjadi tamu-Nya di Tanah Suci. Ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” kata Tgk Mustofa.

Ia juga menilai pengorbanan anak-anak Hartati yang membantu ibunya berhaji merupakan contoh nyata bakti kepada orang tua yang patut diteladani masyarakat.

“Anak-anak yang membantu orang tua menunaikan ibadah haji memiliki kemuliaan tersendiri. Ini contoh bagaimana keluarga harus saling menguatkan dalam kebaikan,” ujarnya.

Tgk Mustofa mengajak masyarakat menjadikan kisah Hartati sebagai motivasi agar tetap sabar menghadapi ujian hidup dan terus berjuang melakukan hal-hal baik meskipun berada dalam keterbatasan.

“Kadang manusia merasa hidupnya sudah sangat berat, tetapi Allah tetap menyiapkan jalan kemuliaan bagi hamba-Nya yang sabar. Karena itu jangan berhenti berbuat baik dan jangan berhenti berharap kepada Allah,” katanya.

Kini Hartati berada di Kota Suci Makkah bersama ribuan jamaah Aceh lainnya. Di tengah hiruk-pikuk Tanah Haram, ia masih menyimpan bayangan rumahnya yang tertimbun lumpur di kampung halaman.

Namun perempuan sederhana itu memilih menggantungkan harapannya kepada Allah. “Saya yakin pulang dari sini Allah akan beri rezeki,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Di Aceh Tamiang, banjir mungkin telah meruntuhkan dinding rumah Hartati. Namun lumpur dan kehilangan tidak mampu menghancurkan keyakinannya. Dari reruntuhan musibah, perempuan itu justru menemukan jalan menuju Baitullah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.