Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Gerhana Matahari Cincin Perdana 2026 Segera Tiba, Cek Wilayah Lintasannya di Sini!

Gerhana Matahari Cincin Perdana 2026 Segera Tiba, Cek Wilayah Lintasannya di Sini!

gerhana-matahari-cincin-perdana-2026-segera-tiba,-cek-wilayah-lintasannya-di-sini!
Gerhana Matahari Cincin Perdana 2026 Segera Tiba, Cek Wilayah Lintasannya di Sini!
service


Foto: SHUTTERSTOCK

Teknologi.id – Para pemburu fenomena astronomi, bersiaplah. Langit bulan Februari tahun ini akan menyuguhkan sebuah pertunjukan kosmik yang dramatis. Sebuah fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) dijadwalkan akan terjadi pada tanggal 17 Februari 2026, menandai peristiwa gerhana pertama yang membuka tahun ini.

Fenomena yang sering dijuluki sebagai “Cincin Api” (Ring of Fire) ini terjadi ketika posisi Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi (apogee). Akibatnya, piringan Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari, menyisakan lingkaran cahaya terang di bagian tepinya yang menyerupai cincin emas.

Wilayah Mana yang Bisa Menyaksikan?

Pertanyaan terbesar bagi masyarakat Indonesia tentu saja: “Apakah kita bisa melihatnya?”

Berdasarkan data lintasan astronomi, “panggung utama” untuk gerhana kali ini sayangnya berada sangat jauh di selatan. Jalur cincin api yang sempurna (annularity) hanya akan melintasi wilayah Antartika yang terpencil serta bagian selatan dari Samudra Selatan.

Namun, bagi pengamat langit di belahan bumi selatan lainnya, pertunjukan ini masih bisa dinikmati dalam bentuk Gerhana Matahari Sebagian. Wilayah-wilayah yang beruntung meliputi:

  • Afrika Bagian Selatan: Termasuk Afrika Selatan, Namibia, Botswana, dan Zimbabwe.

  • Amerika Selatan (Ujung Selatan): Chile dan Argentina.

  • Samudra: Wilayah luas di Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia.

Bagi Indonesia, karena posisi geografis kita yang berada di garis khatulistiwa dan terlalu jauh ke utara dari jalur antumbra bulan, fenomena ini tidak dapat diamati secara langsung. Langit di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia tidak akan mengalami perubahan signifikan pada tanggal tersebut.

Baca juga: Akhirnya NASA Pecahkan Misteri ‘Matahari Terbit dari Barat’? Ini Penjelasan Ilmiah

Jadwal Fase Gerhana (Waktu Indonesia Barat)


Foto: Nasional.Kontan

Meskipun tidak terlihat di langit kita, peristiwa ini tetap terjadi pada jam yang beririsan dengan waktu senja di Indonesia. Berikut adalah konversi waktu universal (UTC) ke Waktu Indonesia Barat (WIB) untuk referensi pemantauan via streaming internasional:

  1. Gerhana Sebagian Dimulai: 16:56 WIB

  2. Mulai Fase Cincin: 18:42 WIB

  3. Puncak Gerhana (Maksimum): 19:12 WIB

  4. Fase Cincin Berakhir: 19:41 WIB

  5. Gerhana Berakhir Total: 21:27 WIB

Durasi total fenomena ini diperkirakan mencapai 271 menit, dengan fase “Cincin Api” sempurna yang akan bertahan selama kurang lebih 2 menit 20 detik di titik maksimumnya.

Baca juga: Revolusi Energi! Matahari Buatan China Tembus Batas Mustahil di Awal Januari 2026

Peringatan Keselamatan

Bagi mereka yang berada di wilayah lintasan gerhana, atau warga Indonesia yang kebetulan sedang bepergian ke Afrika Selatan atau Argentina, peringatan keras tetap berlaku: Jangan pernah menatap Matahari secara langsung.

Berbeda dengan Gerhana Matahari Total di mana fase totalitas aman dilihat dengan mata telanjang, pada Gerhana Matahari Cincin, permukaan Matahari tidak pernah tertutup sepenuhnya. Sinar matahari yang tersisa, meskipun berbentuk cincin tipis, masih memiliki intensitas yang cukup kuat untuk merusak retina mata secara permanen. Penggunaan kacamata gerhana berfilter khusus adalah kewajiban mutlak.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(WN/ZA)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.