Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

gus-yahya:-delegasi-indonesia-ke-iran-sampaikan-belasungkawa-dan-dorong-perdamaian
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
service

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkapkan bahwa delegasi Indonesia menyampaikan pesan perdamaian saat bertemu Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, di Mashhad, Jumat (10/7/2026).

Menurut Gus Yahya, Ghalibaf kini dipercaya memimpin tim perunding Iran dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia tidak hanya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei, tetapi juga membawa misi untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai.

“Ketua MPR (Ahmad Muzani), selain menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berharap proses yang sedang berlangsung mengarah pada perdamaian. Di samping untuk takziah, delegasi ini memang diberi misi untuk mendorong dan menyerukan perdamaian,” ungkap Gus Yahya kepada NU Online melalui aplikasi pesan singkat, Sabtu (11/7/2026) dini hari.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya mengatakan dirinya turut menyampaikan belasungkawa atas nama keluarga besar Nahdlatul Ulama atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei.

Gus Yahya menegaskan bahwa sejak awal konflik, Nahdlatul Ulama secara konsisten mengajak seluruh warganya untuk mendoakan keselamatan dan kemaslahatan umat Islam serta bangsa Iran.

“Saya menyampaikan bahwa saya mewakili seluruh warga Nahdlatul Ulama menyatakan belasungkawa atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei. Sejak awal konflik, Nahdlatul Ulama telah menyerukan kepada seluruh warganya untuk terus mendoakan keselamatan dan kemaslahatan umat Islam, juga bagi Iran,” ujarnya.

Gus Yahya berharap berbagai upaya diplomasi yang ditempuh dapat menghasilkan perdamaian yang membawa kemaslahatan, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi seluruh umat manusia.

“Semoga semuanya berakhir dengan perdamaian dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, delegasi resmi Indonesia yang bertolak ke Iran untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum Sayyid Ali Khamenei terdiri atas lima tokoh penting.

Kelima utusan tersebut adalah Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Syafiq A Mughni, serta Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto.

Iran berterima kasih kepada rakyat Indonesia
Sementara itu, situs resmi Iran menulis bahwa Muzani menyatakan dukungan Indonesia terhadap upaya-upaya untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat, serta menyampaikan bahwa negaranya percaya rakyat Iran menginginkan perdamaian dan stabilitas.

“Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi,” tulis IRNA.

Ghalibaf menyatakan kepada delegasi Indonesia bahwa Teheran sama sekali tidak menaruh kepercayaan pada Amerika Serikat, seraya menegaskan bahwa hanya pihak yang siap berperang yang dapat melakukan negosiasi dengan Washington.

“Kami tidak percaya pada orang-orang Amerika. Selama negosiasi, saya memperjelas kepada wakil presiden AS bahwa kami tidak memiliki kepercayaan pada Anda,” ujarnya, merujuk pada pembicaraan tidak langsung dengan AS di Swiss bulan lalu yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar.

“Dalam pandangan saya, hanya mereka yang siap berperang yang dapat bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” imbuhnya.

​​​​​​​Ghalibaf, yang bertindak sebagai negosiator utama dalam pembicaraan dengan AS, menegaskan bahwa Iran tidak pernah menginginkan perang, namun wajib untuk melawan dan tidak menyerah kepada pihak penindas.

“Oleh karena itu, bangsa Iran tidak akan pernah tunduk pada penindasan,” tegasnya.

Ia mencatat bahwa Iran tidak pernah menghentikan persiapannya untuk membela negara bahkan setelah penandatanganan memorandum kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.

“Kami tidak pernah berhenti bersiap untuk membela bangsa kami, dan kapan pun orang-orang Amerika mengkhianati kesepahaman tersebut, kami siap untuk pertahanan total,” kata Ghalibaf.

​​​​​​​Ghalibaf menambahkan bahwa mengakhiri perang adalah prioritas bagi semua negara, tetapi “semua orang harus tahu bahwa konflik ini tidak akan pernah berakhir dengan menyerahnya Iran.”

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas simpati yang ditunjukkan oleh pemerintah, parlemen, dan rakyat Indonesia kepada bangsa Iran atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran Sayyid Ali Khamenei.

​​​​​​​​​​Ghalibaf menggambarkan Indonesia sebagai bangsa yang “mempelopori” semangat anti-keangkuhan dan perjuangan melawan Israel.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.