Arina.id – Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam menjalani kehidupan, setiap orang membutuhkan kehadiran orang lain, termasuk mereka yang tinggal berdampingan di lingkungan sekitar, yaitu tetangga. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik kepada tetangga, menjaga hubungan yang harmonis, serta menciptakan kehidupan yang rukun dan damai.
Namun, realitas di tengah masyarakat menunjukkan bahwa tidak semua tetangga memiliki akhlak yang baik. Sebagian di antaranya justru berperilaku buruk dan dapat menimbulkan gangguan bagi orang-orang di sekitarnya. Bahkan Rasulullah SAW ketika berdakwah di Makkah pernah merasakan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang-orang yang tinggal di sekitar beliau. Mereka yang menolak beriman kepada Allah SWT kerap melakukan intimidasi dan berbagai bentuk gangguan terhadap Rasulullah.
Apabila seorang Muslim menghadapi keadaan serupa, salah satu ikhtiar yang dianjurkan adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui doa. Dengan berdoa, seorang hamba menyerahkan diri kepada-Nya agar dijauhkan dari berbagai keburukan yang muncul akibat perilaku tetangga yang tidak baik.
Di antara doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari tetangga yang buruk adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ فِي دَارِ الْمُقَامَةِ، فَإِنَّ جَارَ الْبَادِيَةِ يَتَحَوَّلُ
Allâhumma innî a‘ûdzu bika min jâris sû’i fî dâril muqamati, fa inna jâral bâdiyati yatahawwalu.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga buruk yang tinggal menetap, sesungguhnya tetangga gurun (yang tidak menetap) akan berpindah.” (HR. Bukhari)
Menjelaskan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tersebut, Imam Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir (Beirut, Darul Kutubil ‘Ilmiyyah, 2001, jilid II, halaman 134) menerangkan bahwa seseorang yang hidup berdampingan dengan tetangga buruk yang menetap akan terus-menerus merasakan dampak negatif dari perilakunya. Berbagai gangguan dan kerugian dapat muncul karena kedekatan tempat tinggal yang berlangsung dalam waktu lama.
Kehadiran tetangga yang tidak memiliki akhlak baik dapat mendatangkan berbagai keburukan, bahkan berpotensi menimbulkan malapetaka bagi orang-orang di sekitarnya. Berbeda halnya dengan tetangga yang hanya singgah atau tidak menetap, seperti yang diibaratkan sebagai “tetangga gurun pasir”, gangguan yang ditimbulkannya biasanya hanya bersifat sementara karena pada akhirnya ia akan berpindah ke tempat lain.
Demikian doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari keburukan tetangga. Doa ini dapat diamalkan oleh setiap Muslim sebagai bentuk ikhtiar agar senantiasa berada dalam penjagaan Allah SWT. Semoga dengan rutin membacanya, Allah melindungi kita dari segala kejahatan tetangga, sekaligus memberikan hidayah kepada mereka agar menjadi pribadi yang saleh dan berakhlak mulia. Wallahu a’lam.




Comments are closed.