Sat,21 February 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Guyuran Cinta di Balik Wajibnya Puasa

Guyuran Cinta di Balik Wajibnya Puasa

guyuran-cinta-di-balik-wajibnya-puasa
Guyuran Cinta di Balik Wajibnya Puasa
service

Puasa di bulan Ramadlan sedang kita jalani. Suka atau tidak suka, sebagai muslim kita WAJIB mengerjakannya. Allah menggunakan otoritasnya untuk memberi perintah kepada makhluknya: “… DIWAJIBKAN atas kamu untuk berpuasa….” Sebuah perintah yang menggunakan kata yang tegas: ‘wajib’. Sesuatu yang para hamba (kalau jujur) pasti tidak suka melakukannya.

Saya akan mencoba mengurai mengapa Allah mewajibkan kepada hamba-Nya untuk berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadlan ini. Setahun sekali, puasa wajib ini kita jalani. Bukan tanpa maksud. Bukan tanpa tujuan. Pasti ada maksud dan tujuannya.

Kalau diumpamakan mobil yang berjalan setiap hari, maka ada saatnya mesin harus beristirahat untuk melakukan overhaul setahun sekali. Untuk memperbaiki seal seal yang bocor, parts yang rusak, mur-baut yang kendor, serta mengganti oli, yang semuanya bertujuan untuk mengembalikan performa mesin agar bekerja sempurna. Tapi tubuh adalah benda biologis yang hidup dan bernyawa. Tentu overhaul dimaksudkan untuk ndandani raga dan jiwanya.

Bismillah!

Pada awal-awal puasa (biasanya 1–5 hari pertama), tubuh dan jiwa orang yang berpuasa sedang masuk fase adaptasi besar. Banyak perubahan terjadi sekaligus—dari metabolisme tubuh secara biologis, hormon, sampai kondisi emosi dan spiritual. Karena itu, wajar kalau rasanya berbeda dari hari-hari biasa.

Mari kita lihat dari dua sisi: tubuh (biologis) dan jiwa (psikologis dan spiritual).

Apa yang terjadi pada tubuh biologis di awal puasa? Perubahan sumber energi dan juga waktu mengisinya (fase adaptasi).

Di hari pertama–ketiga: Tubuh masih terbiasa memakai glukosa dari makan rutin yang hampir semuanya berbasis karbohidrat. Waktu/jam makan berubah, perubahan kadar gula darah di tubuh (naik-turunnya glukosa) lebih terasa. Kemudian cadangan glikogen di hati mulai dipakai.

Akibatnya, banyak orang yang menjalani puasa merasa: cepat lelah, pusing ringan, fokus belum stabil. Ini sebuah fenomena yang normal yang disebut sebagai metabolic adjustment.

Bagaimana dengan kondisi hormonal tubuh yang berpuasa? Hormon lapar berubah (ghrelin dan insulin).

Pada awal puasa: Hormon lapar (ghrelin) masih mengikuti jam makan lama. Insulin mulai turun karena tidak makan siang. Efek yang akan terjadi adalah perut akan “minta makan” di jam kebiasaan lama serta pikiran mudah terdistraksi oleh rasa lapar. Biasanya, setelah beberapa hari, hormon ini ikut menyesuaikan.

Selain itu, tubuh belajar mengatur cairan karena tidak minum siang hari maka volume cairan tubuh sedikit menurun, serta karenanya tubuh meningkatkan hormon vasopresin yang bertujuan agar tubuh menghemat air. Gejala awal yang terjadi adalah bibir kering, sedikit lemas, kadang disertai sakit kepala ringan.

Perubahan lain yang terjadi adalah: pola tidur yang berubah.

Bangun sahur dan ibadah malam sering membuat: tidur terpotong, dan otak belum sinkron dengan ritme baru. Inilah penyebab utama kenapa awal puasa terasa lebih berat daripada pertengahan Ramadlan.

Lalu apa yang terjadi pada jiwa dan emosi?

Di awal puasa banyak orang merasa: mudah tersinggung, cepat lelah mental. Emosi lebih sensitif. Ini bukan karena iman yang lemah, tapi karena otak sedang menyesuaikan energi dan hormon stres ringan.

Di samping itu ada kejadian lain yaitu kesadaran diri yang mulai meningkat. Karena menahan makan dan kebiasaan: seseorang jadi lebih sadar terhadap dorongan diri dan muncul proses self-regulation (pengendalian diri).

Dalam Islam, ini sejalan dengan tujuan: “…agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 2:183).

Sebagian orang yang menjalankan ibadah puasa di awal Ramadlan akan merasa kurang semangat dan merasa ibadahnya belum terasa dalam. Kondisi ini bisa dijelaskan bahwa ini adalah fase detoksifikasi psikologis di mana otak belum terbiasa dengan ritme spiritual baru. Biasanya setelah ±1 minggu: pikiran mulai tenang, ibadah terasa lebih ringan.

Kondisi puasa di awal bulan Ramadlan adalah fase penyesuaian (adaptasi) dari pola lama ke ritme yang baru. Secara spiritual, hal yang sama juga terjadi. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa awal menahan diri sering terasa berat, tapi dari situlah lahir latihan sabar dan kesadaran. Dalam perspektif ilmu modern, ini mirip konsep: neuroadaptation—adaptasi otak. Karena otak butuh waktu sebelum merasakan manfaatnya.

Karena itu, hari-hari pertama sering terasa paling menantang—namun justru di fase ini proses penyesuaian terbesar terjadi. Penyesuaian yang menuntun seorang manusia menuju perjalanan terjal untuk mencapai puncak Taqwa

Jadi, perintah wajib untuk berpuasa ini adalah demi cinta sang Khaliq kepada makhluk-Nya. Jangan disalahartikan sebaliknya bahwa Allah tidak cinta dan sedang ‘menghukum’ hamba-Nya dengan mewajibkan berpuasa.

Allah sedang mengguyurkan cinta-Nya kepada kita dengan mewajibkan kita.

Mari kita nikmati guyuran cinta itu!

R21447H

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.