
Foto: Kingston
Teknologi.id – Harga perangkat penyimpanan portabel seperti kartu memori dan flashdisk (USB drive) dilaporkan mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan temuan terbaru dari Tom’s Hardware yang merujuk pada investigasi PCWorld, harga kedua produk tersebut melonjak dengan rata-rata 123 persen dibandingkan tahun lalu.
Investigasi tersebut menunjukkan bahwa grafik harga selalu menampilkan kenaikan tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam sampel yang diteliti, laporan itu tidak menemukan satupun contoh kasus di mana harga produk memori tetap stabil atau mengalami penurunan.
Berikut adalah rincian temuan terkait lonjakan harga produk memori portabel di pasaran:
-
Kenaikan Rata-Rata: Harga kartu memori dan flashdisk secara umum naik sebesar 123 persen secara year-on-year (YoY).
-
Lonjakan Tertinggi: Dalam salah satu kasus, kartu memori Lexar Blue microSDXC UHS-I berkapasitas 256GB tercatat mengalami kenaikan harga hingga 261 persen secara tahunan.
Imbas Tingginya Permintaan Pusat Data AI

Foto: Digital Trends
Kenaikan harga di sektor konsumen ini berakar dari pergeseran prioritas produksi komponen di tingkat pabrikan. Kartu memori dan flashdisk menggunakan cip NAND yang diproduksi pada jalur pabrik yang sama dengan cip untuk kebutuhan Solid State Drive (SSD). Perbedaan fungsi antarproduk umumnya hanya ditentukan oleh penggolongan kelas kualitas cip.
Saat ini, pelanggan pusat data Artificial Intelligence (AI) bersedia membayar tinggi untuk mengamankan pasokan cip NAND berkualitas premium. Tingginya permintaan ini membuat pihak pabrikan memprioritaskan pesanan dari pusat data dan mengalokasikan sebagian besar jalur produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Sebagai dampaknya, alokasi pasokan cip NAND kelas bawah—yang biasanya dialokasikan untuk perakitan kartu memori dan flashdisk—menjadi terbatas di pasaran.
Baca juga: File Data Hilang di Flashdisk? Tenang Ikuti Cara Ini untuk Mengembalikannya
Peralihan Fokus ke Produk Premium
Keterbatasan bahan baku komponen ini mendorong sejumlah merek besar untuk lebih memfokuskan lini produksi mereka pada produk kelas premium.
Sebagai contoh, pada awal bulan ini SanDisk merilis kartu SD berkapasitas 2TB yang dipasarkan dengan harga USD 2.000 (sekitar Rp32 juta). Harga jual tersebut dilaporkan sudah mencakup potongan diskon sebesar USD 500 (sekitar Rp8 juta).
Baca juga: Cara Melihat File Tersembunyi di Flashdisk Tanpa Aplikasi
Proyeksi Normalisasi Harga
Meski pasokan cip saat ini terbatas, situasi harga tinggi ini diprediksi tidak akan bertahan permanen. Namun, terdapat pandangan yang berbeda dari para pengamat mengenai kapan normalisasi harga akan terjadi:
-
Proyeksi Jangka Panjang: Sebagian pihak meyakini bahwa tingkat harga yang tinggi ini masih bisa berlangsung hingga tahun 2027 mendatang.
-
Indikasi Koreksi Pasar: Di sisi lain, terdapat pengamat yang menilai bahwa koreksi harga pasar sebenarnya sudah mulai berjalan, dengan merujuk pada tren penurunan harga memori RAM DDR5 yang terjadi baru-baru ini.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)





Comments are closed.