Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Harga Minyak Dunia Lesu, Dipicu Ketegangan AS-China

Harga Minyak Dunia Lesu, Dipicu Ketegangan AS-China

harga-minyak-dunia-lesu,-dipicu-ketegangan-as-china
Harga Minyak Dunia Lesu, Dipicu Ketegangan AS-China
service

KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia mengalami penurunan sebesar 1,5 persen pada Selasa, 14 Oktober 2025. Pelemahan ini dipicu oleh ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 93 sen, atau 1,5 persen menjadi USD62,39 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,3 persen atau 79 sen, di harga USD58,70. Keduanya berada di level terendah dalam lima bulan terakhir.

Adapun pada perdagangan sebelumnya, Brent ditutup 0,9 persen lebih tinggi, dan WTI AS ditutup naik 1 persen.

Selain memanasnya perdagangan AS-China, pelemahan harga minyak juga dipengaruhi peringatan dari Badan Energi Internasional (IEA) yang memprediksi kelebihan pasokan yang besar pada tahun 2026.

Badan Energi Internasional memprediksi, pasar minyak dunia menghadapi surplus yang lebih besar tahun depan, yakni sebanyak 4 juta barel per hari karena OPEC+ dan para pesaingnya meningkatkan produksi, namun di satu sisi permintaan lesu.

Pada hari Senin, laporan bulanan oleh oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak bertolak belakang dengan pandangan IEA. Mereka menyatakan pasokan pasar minyak akan menyusut pada tahun 2026, seiring aliansi OPEC+ yang lebih luas melanjutkan rencana peningkatan produksi.

Namun, para eksekutif di perusahaan-perusahaan minyak besar dan rumah dagang terkemuka mengatakan mereka memperkirakan pasar minyak global akan menguat dalam jangka menengah hingga panjang serta pulih dari kelemahan jangka pendek.

“Ketegangan terbaru antara AS dan China juga akan menjadi titik tekanan pada minyak mentah karena ekonomi China bisa dipertanyakan jika ketegangan terus meningkat,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan sentimen penghindaran risiko telah menguat karena ketegangan perdagangan membebani sentimen dan laporan IEA bersifat bearish.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada hari Senin bahwa Presiden AS, Donald Trump tetap berkomitmen untuk bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping di Korea Selatan pada bulan ini. Washington dan Beijing berupaya meredakan ketegangan terkait ancaman tarif dan pengendalian ekspor.(*) 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.