Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Harga Plastik Melonjak di Banda Aceh, GP Ansor Desak Pemerintah Lindungi Pedagang Kecil

Harga Plastik Melonjak di Banda Aceh, GP Ansor Desak Pemerintah Lindungi Pedagang Kecil

harga-plastik-melonjak-di-banda-aceh,-gp-ansor-desak-pemerintah-lindungi-pedagang-kecil
Harga Plastik Melonjak di Banda Aceh, GP Ansor Desak Pemerintah Lindungi Pedagang Kecil
service

Banda Aceh, NU Online

Kenaikan harga plastik dalam beberapa hari terakhir di Banda Aceh mulai menekan pedagang kecil dan memengaruhi daya beli masyarakat. Di Pasar Jalan Utama Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, lonjakan harga terjadi hampir pada semua jenis plastik, mulai dari kantong kresek hingga kemasan makanan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kenaikan berkisar antara 30 hingga 60 persen. Lonjakan ini terjadi dalam waktu singkat, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada bahan tersebut untuk aktivitas jual beli sehari-hari.

Syarul (22), seorang pedagang grosir, mengaku kenaikan harga terasa mendadak dan cukup signifikan. Dari harga sebelumnya Rp68 ribu, kini naik menjadi Rp98 ribu untuk jenis tertentu. Ia menduga kondisi ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dari distributor.

“Barang dari atas memang kurang, jadi harga ikut naik. Hampir semua jenis plastik sekarang naik,” ujarnya, pada Kamis (9/4/2026)

Kondisi ini semakin berat dirasakan pedagang kecil. Seorang pedagang kaki lima mengaku harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar untuk membeli plastik ukuran kecil. Dari sebelumnya sekitar Rp500 ribu per pak, kini melonjak hingga Rp800 ribu.

“Sekarang serba susah. Kalau harga dinaikkan, pembeli bisa lari. Tapi kalau tidak dinaikkan, kami yang rugi,” keluhnya.

Dampak langsung dari kenaikan ini terlihat pada perilaku konsumen. Mahdil, pedagang grosir lainnya, menyebut jumlah pembelian pelanggan menurun drastis dalam beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya pembeli bisa mengambil hingga 10 ikat, kini rata-rata hanya sekitar lima ikat.

“Pembeli jelas berkurang karena harga tinggi. Mereka juga menahan belanja,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di daerah lain di Aceh. Di Lhokseumawe, pebisnis kafe dan usaha minuman bahkan mengeluhkan kenaikan harga plastik yang jauh lebih tinggi, mencapai 110 hingga 120 persen dalam dua pekan terakhir. Lonjakan ini memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual untuk menutupi biaya operasional yang meningkat.

Kenaikan tajam ini tidak hanya terjadi di tingkat lokal Banda Aceh, tetapi telah meluas dan berdampak pada berbagai sektor usaha, termasuk industri kuliner dan minuman.

Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa kenaikan harga plastik tidak terlepas dari meningkatnya harga minyak bumi sebagai bahan baku utama. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dalam tahap terkendali sambil terus mencermati potensi tekanan inflasi.

Desakan GP Ansor ke pemerintah

Menanggapi kondisi ini, Ketua PW GP Ansor Aceh Azwar A Gani mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk melindungi pedagang atau pelaku usaha kecil dari dampak kenaikan harga bahan baku.

Menurutnya, sektor informal seperti pedagang kaki lima merupakan kelompok paling rentan dalam situasi fluktuasi harga seperti saat ini.

“Kenaikan harga plastik ini memang terlihat sederhana, tapi dampaknya sangat besar bagi pedagang kecil. Ini menyangkut biaya operasional harian mereka,” ujar Azwar.

Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan stabilitas distribusi bahan baku serta mengawasi rantai pasok agar tidak terjadi permainan harga di tingkat distributor.

Selain itu, Azwar juga mendorong adanya intervensi kebijakan jangka pendek, seperti subsidi terbatas atau bantuan langsung bagi pelaku usaha mikro yang terdampak.

“Kalau tidak ada langkah cepat, ini bisa berimbas pada kenaikan harga barang lain. Ujungnya masyarakat yang akan menanggung beban,” tambahnya.

Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mempertimbangkan penggunaan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan sebagai solusi jangka panjang.

“Namun demikian, yang paling mendesak adalah memastikan stabilitas harga agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak semakin tertekan,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.