Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Hujan Lebat Berpotensi Guyur Tanjung Selor, Petir Ancam Manado dan Ternate pada Kamis 18 Juni 2026

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Tanjung Selor, Petir Ancam Manado dan Ternate pada Kamis 18 Juni 2026

hujan-lebat-berpotensi-guyur-tanjung-selor,-petir-ancam-manado-dan-ternate-pada-kamis-18-juni-2026
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Tanjung Selor, Petir Ancam Manado dan Ternate pada Kamis 18 Juni 2026
service

Jakarta, Arina.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (18/6/2026). Selain itu, cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir berpotensi terjadi di Manado, Sulawesi Utara, dan Ternate, Maluku Utara.

Prakirawan BMKG Alya Sausan N menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh terbentuknya sejumlah sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua Barat, pesisir utara Papua, dan Samudra Pasifik timur laut Papua. Sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

“Daerah konvergensi diprakirakan terbentuk di perairan barat Sumatra, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Kalimantan bagian utara, Sulawesi, Laut Arafura hingga Laut Timor serta wilayah utara Papua,” ujar Alya dalam tayangan prakiraan cuaca BMKG, Rabu (17/6/2026).

Selain itu, daerah konfluensi diprakirakan terjadi di perairan utara Aceh, Selat Malaka, Samudra Hindia barat Sumatra, Laut Cina Selatan, Selat Makassar, hingga Samudra Pasifik utara Papua. Kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan dengan intensitas yang cukup signifikan.

Untuk kota-kota besar di wilayah barat Indonesia, BMKG memperkirakan hujan sedang berpotensi terjadi di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Sementara hujan ringan diprakirakan mengguyur Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkalpinang, Palembang, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Bandung.

Adapun Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Serang diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Bandar Lampung berpotensi mengalami udara kabur.

Di wilayah timur Indonesia, BMKG mengingatkan potensi hujan petir di Manado dan Ternate. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat.

Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di Palu, Sorong, Manokwari, Ambon, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, Merauke, dan Kupang. Kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Gorontalo, Denpasar, dan Makassar.

BMKG juga mencatat potensi asap atau kabut di Kendari serta udara kabur di Mataram. Masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.