Arina.id – Ibadah haji dan umrah dimulai dari satu momentum yang sangat sakral, yaitu ihram. Pada fase inilah seorang Muslim menanggalkan atribut duniawinya dan memasuki keadaan suci dengan berbagai larangan dan aturan khsusus.
Ihram bukan hanya soal mengenakan pakaian khusus, tetapi merupakan wujud niat tulus untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Di sinilah lisan mengucap, hati meneguhkan, dan jiwa berserah sepenuhnya kepada-Nya.
Dalam Buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah, Kementerian Agama Republik Indonesia disebutkan niat ihram sebagai berikut:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Atau:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى
Adapun bagi yang melaksanakan haji, niat ihramnya adalah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا
Atau:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Pada haji ifrād, lafaznya tetap sama karena niatnya hanya untuk haji semata. Sementara pada haji qirān, niat digabungkan antara haji dan umrah dengan lafaz:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا وَعُمْرَةً
Atau:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِمَا لِلَّهِ تَعَالَى
Islam juga memberikan kemudahan bagi jemaah yang lemah atau sakit melalui niat ihram dengan isytirath. Untuk umrah, lafaznya adalah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً فَإِنْ حَبَسَنِي حَابِسٌ فَمَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي
Sedangkan untuk haji:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا فَإِنْ حَبَسَنِي حَابِسٌ فَمَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي
Setelah berniat ihram, dianjurkan membaca doa:
اللَّهُمَّ أُحَرِّمُ شَعْرِي وَبَشَرِي وَجَسَدِي وَجَمِيعَ جَوَارِحِي مِنْ كُلِّ شَيْءٍ حَرَّمْتَهُ عَلَى الْمُحْرِمِ، ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Para ulama besar seperti Imam Al-Ghazali dan Imam An-Nawawi juga mengajarkan doa di antaranya:
اللهم قَدْ أَحْرَمْتُ لَكَ لَحْمِي وَشَعْرِي وَدَمِي وَعَصَبِي وَمَخِّي وَعِظَامِي، وَحَرَّمْتُ عَلَى نَفْسِي النِّسَاءَ وَالطِّيبَ وَلُبْسَ الْمَخِيطِ، ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ وَالدَّارِ الآخِرَةِ
Dan juga doa:
اللهم لَكَ أُحَرِّمُ نَفْسِي وَشَعْرِي وَبَشَرِي وَلَحْمِي وَدَمِي
Rasulullah SAW juga telah mengajarkan doa untuk menjaga keikhlasan dalam haji dan umrah yakni:
اللَّهُمَّ حَجَّةً لَا رِيَاءَ فِيهَا وَلَا سُمْعَةً
Doa ini menjadi pengingat bahwa inti dari seluruh ibadah adalah keikhlasan. Tanpa keikhlasan, ibadah bisa kehilangan nilainya di sisi Allah.
Niat ihram beserta doa-doanya bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan fondasi spiritual dalam perjalanan haji dan umrah. Setiap lafaz yang diucapkan mengandung makna penghambaan, setiap doa yang dipanjatkan adalah bentuk ketergantungan kepada Allah, dan setiap langkah yang ditempuh menjadi bagian dari perjalanan menuju ridha-Nya.
Dari sinilah diharapkan lahir haji yang mabrur, yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membawa perubahan nyata dalam kehidupan menuju ketaatan yang lebih sempurna. Wallahu a’lam.





Comments are closed.