Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. IHSG Terkoreksi Tipis ke 8.166, Industri dan Energi Jadi Penopang

IHSG Terkoreksi Tipis ke 8.166, Industri dan Energi Jadi Penopang

ihsg-terkoreksi-tipis-ke-8.166,-industri-dan-energi-jadi-penopang
IHSG Terkoreksi Tipis ke 8.166, Industri dan Energi Jadi Penopang
service

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan hari ini, Rabu, 8 Oktober 2025. IHSG turun 3,25 poin atau 0,04 persen ke level 8.166,03 setelah sempat bergerak di rentang 8.044,93 hingga 8.224,64 sepanjang sesi.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai 399,04 juta lot dengan nilai Rp29,45 triliun dan frekuensi 3,11 juta kali. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp300,32 miliar di seluruh pasar. Aksi jual asing ini terjadi di tengah porsi kepemilikan investor domestik yang mendominasi 77,95 persen dari total transaksi, sementara investor asing berkontribusi 22,05 persen.

Dari sisi sektor, pergerakan indeks terpantau bervariasi. Sektor industri mencatatkan penguatan terbesar 2,93 persen, diikuti sektor energi 2,74 persen dan sektor dasar 1,49 persen. Sektor transportasi juga naik 1,77 persen dan non-cyclical menguat 0,60 persen. Sementara itu, pelemahan terjadi di sektor infrastruktur sebesar 0,93 persen, sektor keuangan 0,60 persen, serta sektor kesehatan 0,50 persen.

Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan. Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) melonjak 34,64 persen ke Rp206 per saham, Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) naik 34,38 persen ke Rp172, Nusatama Berkah Tbk (NTBK) menguat 34,15 persen ke Rp110, Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) naik 33,77 persen ke Rp202, dan Samator Indo Gas Tbk (AGII) menguat 25 persen ke Rp1.950.

Di sisi lain, beberapa saham mencatatkan penurunan tajam, antara lain Pakuan Tbk (UANG) yang turun 14,81 persen ke Rp5.750 per saham, Arkora Hydro Tbk (ARKO) melemah 14,71 persen ke Rp1.305, Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) terkoreksi 14,21 persen ke Rp338, KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) turun 10,92 persen ke Rp310, dan Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) melemah 10,16 persen ke Rp5.750.

Meski IHSG ditutup sedikit melemah, sektor industri, energi, dan dasar menjadi penopang utama indeks hari ini. Aksi jual asing masih menjadi faktor pembatas penguatan indeks menjelang rilis data ekonomi global dan domestik. Pelaku pasar akan mencermati arah pergerakan indeks dalam beberapa sesi mendatang dengan fokus pada sentimen eksternal dan pergerakan nilai tukar.

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) sebelumnya memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan menuju level resisten lebih dari 8.168 pada pekan ini. Optimisme ini ditopang oleh kombinasi faktor domestik penguatan data konsumsi, penjualan kendaraan, dan stabilitas cadangan devisa serta sentimen global positif dari potensi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menegaskan IHSG akan melanjutkan penguatan setelah ditutup di zona hijau yakni naik 0,23 persen ke level 8.118,30 pada penutupan perdagangan Jumat, 3 Oktober 2025 lalu.

 Meski demikian, aku Imam, pada pekan ini tetap ada risiko koreksi jangka pendek, terutama jika data domestik di bawah ekspektasi atau jika pidato Fed bersikap hawkish. Selain itu, ketidakpastian global seperti harga komoditas dan arus modal asing bisa menekan IHSG melemah dengan support di 8.022.

 “IHSG verpotensi lanjut menguat ke 8.168, didorong data konsumsi dan sinyal The Fed,” kata Imam pada Senin, 6 Oktober 2025.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.