Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Industri Mobil Listrik Punya Peluang Besar di Indonesia, Begini Alasannya

Industri Mobil Listrik Punya Peluang Besar di Indonesia, Begini Alasannya

industri-mobil-listrik-punya-peluang-besar-di-indonesia,-begini-alasannya
Industri Mobil Listrik Punya Peluang Besar di Indonesia, Begini Alasannya
service

22 April 2026 20.26 WIB • 2 menit

Industri Mobil Listrik Punya Peluang Besar di Indonesia, Begini Alasannya


Perkembangan mobil listrik di Indonesia menunjukkan tren yang positif beberapa tahun belakangan. Minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan semakin tinggi. Hal ini menunjukkan sinyal baik bahwa ada harapan pada transformasi transportasi berkelanjutan di Indonesia yang jauh lebih ramah lingkungan.

Menanggapi hal ini, Pakar Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Istitut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ir. Agus Purwadi, M.T., menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara percepatan adopsi teknologi dan penguatan industri dalam negeri di balik tren positif pertumbuhan perkembangan mobil listrik itu.

Dalam keterangannya di itb.ac.id, sebagian besar mobil listrik yang beredar di Indonesia saat ini masih berasal dari impor. Bahkan, sekitar 60 persen kendaraan yang mengaspal di jalanan Indonesia banyak didominasi produk asal Tiongkok.

Menurutnya, kondisi ini sebetulnya wajar, mengingat ekosistem kendaraan listrik atau electronic vehicle (EV) masih dalam tahap pengembangan. Akan tetapi, ke depannya, Agus menyarakankan dibuatnya strategi yang terarah agar Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri mobil listrik, bukan hanya pasar.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun basis produksi lokal yang kuat, seperti yang telah dilakukan negara lain,” katanya.

Pasar Mobil Listrik yang Tumbuh Pesat di Indonesia

Perkembangan pasar mobil listrik yang terus meningkat perlu diimbangi dengan penguatan sektor manufaktur domestik, mulai dari peningkatan kandungan lokal atau TKDN, investasi riset dan pengembangan (RnD), hingga transfer teknologi.

Lebih lanjut, sepanjang 2025, data menunjukkan jika penjualan mobil listrik di Indonesia hampir mencapai 100 ribu unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 61 persen di antaranya merupakan kendaraan impor dalam bentuk utuh (CBU). Sementara itu, sisanya dirakit di dalam negeri.

Sebetulnya, upaya Indonesia agar mandiri dalam bidang otomotif sudah mulai terlihat. Agus mengatakan, sejumlah produsen otomotif global sudah berinvestasi dalam pembangunan fasilitas perakitan di Indonesia. Ini bisa menjadi langkah awal menuju ekosistem yang lebih terintegrasi.

Kebijakan impor mobil listrik saat ini merupakan strategi jangka panjang pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Namun, Agus menilai jika implementasinya perlu konsisten dengan target pengembangan industri nasional.

“Impor bisa menjadi pintu masuk untuk menarik investasi. Tapi pada tahap berikutnya, produksi lokal harus menjadi fokus utama agar manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas,” papar dosen Kelompok Keahlihan (KK) Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB itu.

Peluang Besar Indonesia sebagai Pemain Industri Mobil Listrik

Indonesia dinilai Agus memiliki keunggulan strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Indonesia merupakan penghasil nikel terbesar di dunia, di mana lebih dari 50 persen pasokan dunia berada di sini.

Cadangan nikel yang amat melimpah itu merupakan bahan baku utama dalam pembuatan baterai. Potensi ini tentu membuka peluang besar bagi Indonesia untuk berkembang dari “hanya” menjadi konsumen menjadi produsen utama dalam industri kendaraan listrik dunia.

Perlu ada kebijakan yang adaptif dan kolaboratif antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mengembangkan industri mobil listrik di Indonesia. Jika dilakukan dengan serius, bukan tak mungkin jika industri ini bisa ikut memperkuat ekonomi nasional.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.