Jakarta (ANTARA) – Usia hanyalah angka bagi Kazuyoshi Miura. Di usianya yang ke 59, ia masih membuktikan kemampuannya setelah mencetak gol saat membawa Fukushima United menang telak 7-0 atas Iwaki Furukawa pada ajang Piala Kaisar Jepang, Minggu (26/7).
Gol tersebut lahir pada menit ke-52 dan membuat Fukushima unggul 5-0. Meski pertandingan sudah berada dalam genggaman timnya, momen itu terasa istimewa karena menjadi bukti bahwa Miura masih mampu memberikan kontribusi di lapangan meski usianya telah menginjak 59 tahun.
Menurut laporan The Guardian, gol tersebut menjadi gol kompetitif pertama Miura sejak November 2022, ketika masih memperkuat Suzuka PG, klub yang kini berganti nama menjadi Atletico Suzuka.
Ketika banyak pesepakbola memilih gantung sepatu memasuki usia akhir 30-an atau awal 40-an, penyerang veteran yang dijuluki “King Kazu” itu justru kembali membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap bersaing di level profesional.
Bagi sebagian pemain, mencetak gol di usia mendekati 60 tahun mungkin terdengar mustahil. Namun bagi Miura, pencapaian tersebut justru menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang karier profesional yang telah berlangsung lebih dari empat dekade.
Kazuyoshi Miura lahir di Shizuoka, Jepang, pada 26 Februari 1967. Berbeda dengan kebanyakan pemain Jepang pada masanya, Miura memilih merintis karier sepak bolanya di Brasil, negara yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola dunia.
Baca juga: Kazuyoshi Miura cetak gol pertama dalam empat tahun di usia 59 tahun
Pada 1986, ia resmi memulai karier profesional bersama Santos. Selama berada di Brasil, Miura juga sempat memperkuat beberapa klub lain sebelum akhirnya kembali ke Jepang.
Kepulangannya bertepatan dengan perkembangan sepak bola profesional Jepang. Saat J.League resmi bergulir pada 1993, Miura menjadi salah satu wajah utama kompetisi tersebut sekaligus ikon sepak bola Negeri Sakura.
Popularitasnya saat itu sangat besar. Tak hanya dikenal karena ketajamannya sebagai penyerang, Miura juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola Jepang menuju era profesional.
Selama perjalanan kariernya, Miura tidak hanya bermain di Jepang. Ia juga sempat merasakan atmosfer sepak bola Italia, Kroasia, Australia, hingga Portugal.
Salah satu petualangan menarik terjadi ketika ia memperkuat klub Portugal, Oliveirense. Kesempatan tersebut datang setelah pemilik Yokohama FC menjadi pemegang saham mayoritas klub tersebut pada November 2022.
Miura kemudian menjalani masa peminjaman di Oliveirense hingga 2024 sebelum kembali melanjutkan kariernya di Jepang.
Selain sepak bola lapangan, Miura juga pernah memperkuat tim nasional futsal Jepang pada 2012. Saat itu usianya sudah mencapai 45 tahun, namun ia tetap dipercaya membela negaranya di cabang olahraga yang berbeda.
Musim 2026 menjadi musim ke-42 dalam karier profesional Miura. Ia masih berstatus sebagai pemain Yokohama FC, klub yang dibelanya sejak 2005.
Meski demikian, sejak 2020 ia belum lagi tampil bersama Yokohama FC. Untuk menjaga menit bermain, Miura lebih sering dipinjamkan ke berbagai klub.
Baca juga: “King Kazu” ingin bermain lebih banyak lagi di usia 58 tahun
Terbaru, masa peminjamannya bersama Fukushima United diperpanjang hingga Juni 2027. Artinya, Miura masih berpeluang terus bermain ketika usianya telah melewati 60 tahun.
Sepanjang kariernya, Miura tercatat telah berganti klub sebanyak 15 kali, termasuk masa-masa peminjaman.
Jika melihat statistiknya, perjalanan panjang tersebut bukan sekadar soal bertahan bermain. Miura juga tetap mampu memberikan kontribusi yang konsisten di depan gawang.
Berdasarkan data Transfermarkt, ia telah mencetak 198 gol dalam 758 pertandingan bersama klub sepanjang karier profesionalnya.
Sementara bersama tim nasional Jepang, Miura membukukan 55 gol dari 89 penampilan, menjadikannya salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Samurai Biru.
Meski usianya sudah jauh melampaui mayoritas pemain aktif, Miura belum menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri kariernya. Sebaliknya, ia beberapa kali menyatakan masih ingin terus bermain dan menargetkan tetap berkarier hingga usia 60 tahun.
Target tersebut kini tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan.
Di era sepak bola modern yang semakin mengandalkan kecepatan dan intensitas tinggi, Miura menjadi pengecualian yang langka. Ia membuktikan bahwa disiplin, dedikasi, dan kecintaan terhadap permainan dapat membuat seorang pemain terus bertahan di level profesional jauh lebih lama dibandingkan kebanyakan pesepakbola lainnya.
Gol ke gawang Iwaki Furukawa bukan hanya menambah koleksi gol dalam kariernya. Lebih dari itu, gol tersebut menjadi simbol bahwa semangat seorang “King Kazu” masih belum padam. Selama fisiknya masih mampu bersaing dan hasratnya terhadap sepak bola tetap menyala, legenda hidup Jepang itu tampaknya belum memiliki alasan untuk berhenti bermain.
Baca juga: Pesepak bola tertua, King Kazu perpanjang kontrak di usia 56 tahun
Baca juga: Kazuyoshi Miura gabung ke klub Portugal pada usia 55 tahun
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.