Presiden Kepulauan Canary mengatakan dia tidak akan mengizinkan penumpang dari kapal pesiar yang saat ini mengalami wabah hantavirus mematikan untuk turun di kepulauan milik Spanyol itu. Ia menolak rencana yang diumumkan perdana menteri negara itu untuk mengizinkan kapal tersebut berlabuh.
Fernando Clavijo, pemimpin kepulauan yang terletak sekitar 60 mil dari pantai Maroko, mengatakan pada hari Rabu bahwa ia tidak akan “secara membabi buta membahayakan keselamatan penduduk Kepulauan Canary”. Ia tak mengizinkan awak dan penumpang di atas kapal MV Hondius untuk mendapatkan pemeriksaan medis jika kapal pesiar itu berlabuh.
Wabah virus yang ditularkan melalui hewan pengerat di kapal pesiar yang membawa 149 orang itu sejauh ini mengakibatkan delapan pasien terinfeksi virus. Tiga di antaranya telah dikonfirmasi melalui pengujian laboratorium, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu. Tiga orang meninggal setelah tertular penyakit tersebut.
Pada hari Rabu, diumumkan seorang warga negara Prancis yang tidak berada di atas kapal tetapi telah berbagi penerbangan dengan penumpang yang terinfeksi juga tertular virus tersebut. Pasien terbaru “mendatangi rumah sakit di Zurich, Swiss, dan sedang menerima perawatan,” tambah WHO.
Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss mengkonfirmasi pria itu telah kembali dari perjalanan ke Amerika Selatan pada akhir April, dan sejak itu dinyatakan positif terinfeksi virus strain Andes.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), hantavirus terutama menyebar melalui kontak dengan urin, kotoran, dan air liur tikus atau mencit. Dalam kasus yang jarang terjadi, virus ini juga dapat menyebar melalui cakaran atau gigitan hewan pengerat.
Virus ini umumnya tidak menyebar melalui kontak antar manusia, tetapi strain Andes, salah satu anggota keluarga hantavirus, dapat menyebar melalui tetesan air liur di antara kontak dekat, demikian yang disampaikan para ahli kepada TIME.
Kementerian kesehatan awalnya mengatakan kapal itu bisa berlabuh.
Penolakan Clavijo bertentangan dengan pengumuman Kementerian Kesehatan Spanyol pada hari Selasa, yang mengatakan bahwa kedatangan akan tetap berlangsung.
“Spanyol memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, di antaranya juga terdapat beberapa warga negara Spanyol,” kata kementerian tersebut . “Awak kapal dan penumpang akan diperiksa, dirawat, dan dipindahkan ke negara masing-masing dengan benar.”
Namun Clavijo membantah hal ini, dan mengklaim dalam sebuah wawancara dengan radio Spanyol COPE bahwa hal itu berbeda dengan apa yang ia bahas selama pertemuan teknis pada hari Selasa. Otoritas kesehatan Kepulauan Canary sepakat kapal itu tidak akan tiba di pulau-pulau tersebut.
Presiden regional tersebut mengatakan bahwa prosedur awalnya adalah “mengevakuasi pasien hantavirus dengan ambulans udara, dan sisanya tetap berada di kapal dan dipindahkan ke negara asal kapal tersebut, yaitu Belanda.”
Dia menambahkan: “Saya tidak bisa mengizinkannya masuk ke Kepulauan Canary.”
Oceanwide Expeditions, yang mengoperasikan MV Hondius, mengatakan pada hari Rabu bahwa tujuan yang direncanakan untuk kapal tersebut setelah singgah di Cape Verde masih tetap Kepulauan Canary.
Pada hari Rabu, tiga penumpang yang diduga terinfeksi hantavirus di atas kapal pesiar dievakuasi di Cape Verde, dan sedang dalam perjalanan ke Belanda untuk menerima perawatan medis, kata direktur jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia menambahkan bahwa risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetap rendah.
Sebuah tim staf medis dengan pakaian pelindung bahan berbahaya terlihat melakukan evakuasi, menurunkan pasien dari kapal ke perahu yang lebih kecil, yang kemudian kembali ke pelabuhan di Praia, ibu kota.
Kementerian Luar Negeri Belanda telah mengkonfirmasi ketiga pasien tersebut sebagai warga negara Inggris berusia 56 tahun, warga negara Belanda berusia 41 tahun, dan warga negara Jerman berusia 65 tahun.
Clavijo berpendapat bahwa pemeriksaan yang direncanakan di Kepulauan Canary dapat dilakukan di Cape Verde, tempat kapal itu berada pada Rabu pagi. “Mengapa harus membuat para penumpang ini melakukan perjalanan tiga hari ke Kepulauan Canary untuk melakukan hal yang sama di sini yang dapat mereka lakukan di Cape Verde,” katanya kepada COPE.
Presiden regional tersebut juga meminta pertemuan “mendesak” dengan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, terkait perselisihan tersebut. “Saya tidak akan secara membabi buta membahayakan keselamatan penduduk Kepulauan Canary dengan pemerintah yang tidak bertindak loyal,” kata Clavijo.





Comments are closed.