Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Ardi Andono membuat laporan ke atasannya berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang berjarak hanya 50 kilometer. Berikut ini laporan yang ia buat pada Minggu, 6 September 2026.
1. Telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 06 September 2026 pukul 03:53 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi sementara ini ± 30 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.
2. Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekatinya atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
3. Kawasan TNUK berjarak 50 km dari anak krakatau, untuk getaran dan gemuruh teramati terasa hingga kantor BTNUK di Labuan pada tanggal 5/9/2026 dari dini hari hingga siang hari. Saat ini gemuruh semakin melemah.
4. Untuk debu tipis sudah sampai ke kawasan TNUK, berdasarkan peta sebaran debu, debu tebal mengarah ke sumetera.
5. Berdasarkan rilis pers PVMBG, saat ini tubuh Gunung Anak Krakatau tidak bertumbuh, jadi kemungkinan untuk tsunami yang disebabkan runtuhnya dinding kawah tidak akan terjadi seperti kejadian 2018.
6. Seluruh staf dalam keadaan aman, dan seluruh aktivitas di laut dihentikan sementara.






Comments are closed.