Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Lebih dari 360.000 orang ikut aksi Hari Buruh di Jerman

Lebih dari 360.000 orang ikut aksi Hari Buruh di Jerman

lebih-dari-360.000-orang-ikut-aksi-hari-buruh-di-jerman
Lebih dari 360.000 orang ikut aksi Hari Buruh di Jerman
service

Moskow (ANTARA) –

Lebih dari 360.000 orang ambil bagian dalam aksi demonstrasi Hari Buruh (May Day) di Jerman, kata Konfederasi Serikat Buruh Jerman (DGB), Jumat (1/5).

“Dengan slogan ‘Pekerjaan kami diutamakan, baru keuntungan Anda’, sebanyak 366.710 orang berpartisipasi dalam 413 acara dan demonstrasi yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Jerman pada 1 Mei tahun ini,” demikian penuturan serikat tersebut dalam sebuah pernyataan.

Dalam aksi May Day di Nuremberg, Presiden DGB Yasmin Fahimi mengecam upaya pengusaha dan politisi yang menyalahkan pekerja biasa atas krisis yang terjadi pada saat ini.

Fahimi juga mengkritik kemungkinan penghapusan jam kerja delapan jam serta pemangkasan manfaat pensiun yang dijamin negara.

“Siapa pun yang melanggar aturan waktu kerja tidak membuat pekerjaan menjadi lebih produktif, melainkan hanya membuatnya lebih merugikan … Siapa pun yang mengganggu jaminan pensiun berisiko memicu konflik sosial besar,” kata Fahimi seperti dikutip serikat tersebut.

Pada awal 2026, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan agar warga Jerman bekerja lebih banyak di tengah memburuknya kondisi ekonomi negara itu.

Fahimi mengkritik pernyataan tersebut dengan menyebut jam kerja delapan jam sebagai “garis merah/batasan” yang tidak boleh dilampaui.

Menurut survei yang dilakukan pada akhir April oleh Civey Institute, lebih dari 80 persen warga Jerman meyakini bahwa pensiun mereka di masa depan tidak akan cukup untuk mempertahankan standar hidup saat ini.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Aksi mogok pekerja lumpuhkan transportasi umum Jerman

Baca juga: Pekerja transportasi umum Jerman mogok kerja tuntut kenaikan upah

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.