Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Asal Usul Ayam yang Berasal dari Hubungan Terlarang, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Legenda Asal Usul Ayam yang Berasal dari Hubungan Terlarang, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

legenda-asal-usul-ayam-yang-berasal-dari-hubungan-terlarang,-cerita-rakyat-dari-manggarai-nusa-tenggara-timur
Legenda Asal Usul Ayam yang Berasal dari Hubungan Terlarang, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
service

Legenda Asal Usul Ayam yang Berasal dari Hubungan Terlarang, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur | Pexels/Ky Vi


Ada sebuah cerita rakyat dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang menceritakan tentang legenda asal usul ayam. Konon asal usul hewan ini diyakini berasal dari kisah cinta terlarang di masa lalu.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul ayam tersebut?

Legenda Asal Usul Ayam yang Berasal dari Hubungan Terlarang, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Dikutip dari buku Cerita Rakyat Manggarai, alkisah pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri di sebuah negeri. Setelah beberapa tahun mereka menikah, sang istri akhirnya mengandung.

Sembilan bulan berlalu, tiba waktunya bagi sang istri untuk melahirkan. Namun sayang, saat dia melahirkan sang suami meninggal dunia.

Untungnya rasa sedihnya terobati berkat kelahiran bayi tersebut. Dia dikaruniai seorang bayi laki-laki.

Sang istri merasa jika anaknya tersebut bisa membantunya kelak ketika dewasa. Oleh sebab itu, sang istri merawat anak semata wayangnya itu dengan sepenuh hati.

Beberapa tahun berlalu, sang anak sudah mulai menginjak usia remaja. Dia pun sudah mulai diperintahkan oleh sang ibu untuk mengerjakan berbagai pekerjaan rumah.

Pada suatu hari, sang ibu tengah sibuk menenun kain. Akibatnya sang ibu belum mempersiapkan makanan yang nantinya bisa dimakan olehnya dan anak laki-lakinya.

Tiba-tiba anak laki-lakinya merengek karena kelaparan. Dia pun meminta sang ibu untuk mulai memasak untuknya.

Sang ibu meminta anak laki-lakinya itu untuk bersabar. Namun karena merasa sangat lapar, anak laki-lakinya itu terus saja merengek.

Karena tidak tahan, sang ibu kemudian memukul alat tenun ke kepala anaknya itu. Akibatnya kepala sang anak terluka dan mengeluarkan darah.

Anak laki-laki itu pun menangis dengan kencang. Dia menangis sambil lari ke tepi pantai meninggalkan rumahnya.

Di tepi pantai, ada sebuah perahu yang tengah bersandar. Anak laki-laki ini kemudian berlari menuju perahu tersebut.

Setibanya di sana, dia meminta kepada bapak pemilik perahu untuk ikut bersamanya. Dia berkata jika sudah dipukul oleh sang ibu dan memutuskan untuk melarikan diri.

Anak laki-laki itu kemudian memperlihatkan luka bekas pukulan alat tenun yang diberikan oleh ibunya. Karena merasa iba, bapak tersebut kemudian mengizinkannya untuk ikut bersama.

Akhirnya anak laki-laki tersebut ikut berlayar dengan perahu itu. Dia pun mengerjakan apapun perintah yang diberikan oleh sang bapak untuknya.

Puluhan tahun berlalu. Perahu ini akhirnya kembali bersandar di pulau tempat sang anak lahir.

Anak laki-laki yang kini jadi pemuda tampan rupawan itu kemudian turun dari perahu. Setibanya di sana, dia melihat seorang gadis yang cantik jelita.

Pemuda ini langsung jatuh hati saat itu juga. Dia pun mendekati gadis itu dan menyatakan perasaannya padanya.

Gadis ini menerima begitu saja pernyataan dari pemuda tersebut. Akhirnya mereka pun menikah dan pemuda itu kembali menetap di pulau kampung halamannya.

Pada awalnya pernikahan mereka berlangsung aman-aman saja. Tidak ada satupun konflik yang tercipta di antara mereka.

Suatu hari, gadis ini tengah mencari kutu di kepala suaminya. Tiba-tiba dia melihat bekas luka di kepala suaminya tersebut.

Gadis ini pun bertanya dari mana asal luka yang dia dapatkan tersebut. Pemuda itu kemudian menjawab jika luka itu dia dapatkan ketika ibunya dulu memukulnya menggunakan alat tenun saat merengek minta makan.

Alangkah terkejutnya gadis itu mendengar jawaban dari sang suami. Dia berkata jika suaminya itu adalah anaknya sendiri.

Ternyata gadis itu adalah ibu dari pemuda tersebut. Meskipun puluhan tahun berlalu, fisik yang dia miliki tidak berubah sedikitpun.

Tanpa sadar mereka sudah menjalin hubungan terlarang. Akhirnya sang ibu berkata jika mereka akan berubah menjadi ayam sebagai hukuman.

Perlahan tubuh mereka pun berubah menjadi ayam. Mereka pun berkokok layaknya ayam yang bisa dijumpai pada saat ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.