Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Lok Si Naga, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan

Legenda Lok Si Naga, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan

legenda-lok-si-naga,-cerita-rakyat-dari-kalimantan-selatan
Legenda Lok Si Naga, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan
service

Legenda Lok Si Naga, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan


Ada sebuah cerita rakyat dari Kalimantan Selatan yang menceritakan tentang legenda Lok Si Naga. Legenda ini berkisah tentang sepasang suami istri yang berubah menjadi dua ekor naga besar karena memakan telur yang mereka temukan di sungai.

Bagaimana kelanjutan dari kisah dalam legenda Lok Si Naga tersebut?

Legenda Lok Si Naga, Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan

Dinukil dari Agus Yulianto, “Mitos-Mitos Berbasis Sungai dalam Cerita Rakyat di Kalimantan Selatan” yang terbit di Jurnal Totobuang, pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga nelayan. Mereka tinggal di sebuah sungai yang tidak jauh dari kediaman mereka.

Sungai ini menjadi sumber penghasilan keluarga tersebut. Setiap hari mereka mencari ikan di sungai itu.

Pasangan suami istri dari keluarga ini memiliki seorang anak. Jika mereka pergi ke sungai, maka anak itu akan tinggal menjaga rumah.

Pada suatu hari, pasangan suami istri ini pergi ke sungai seperti biasa. Mereka membawa tangguk besar untuk menangkap ikan.

Sang suami kemudian memasang tangguk tersebut di tempat bisa. Besar harapan mereka agar bisa mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak pada hari itu.

Namun setelah menunggu sekian lama, mereka masih saja belum mendapatkan ikan. Meskipun demikian pasangan suami istri ini tetap tidak menyerah begitu saja.

Sang suami kembali memasukkan tangguk tersebut ke dalam sungai. Setelah sekian lama menunggu, ternyata ada sebutir telur di dalam tangguk itu.

Namun pasangan suami istri ini merasa curiga dengan telur tersebut. Sebab telur yang mereka temukan berukuran sangat besar.

Mereka kemudian memasukkan kembali telur itu ke dalam sungai. Namun saat mereka memasang tangguk, telur tersebut terus masuk ke dalamnya.

Akhirnya pasangan suami istri ini menyerah. Mereka kemudian membawa telur besar tersebut pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, suami istri ini mendapati anaknya yang sudah tertidur lelap. Sang istri kemudian memasak telur yang mereka dapatkan itu.

Pasangan suami istri ini kemudian memakan telur itu dengan lahap. Tiba-tiba terjadi sebuah hal yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

Kedua suami istri ini perlahan-lahan berubah menjadi naga besar. Ternyata telur yang mereka makan adalah milik naga putih yang mendiami sungai tersebut.

Tidak lama kemudian, sang anak terbangun dari tidurnya. Dirinya terkejut melihat kedua orang tuanya yang sudah berubah menjadi naga.

Anak tersebut menjadi sedih dan menangis. Melihat hal itu, kedua naga jelmaan orang tuanya ini langsung menjilati pipi anaknya dan menghiburnya.

Sang ayah berkata jika dia jangan memakan telur yang ada di atas meja. Dengan demikian, dia tidak akan berubah menjadi naga seperti mereka.

Kedua orang tuanya ini kemudian memutuskan pergi ke sungai dan memerangi naga putih. Sebelum pergi, mereka menitipkan pesan pada anaknya.

Mereka berkata jika sang anak bisa melihat pertanda di sungai itu nantinya. Jika muncul darah merah di sungai, maka mereka sudah dikalahkan oleh naga putih.

Namun jika muncul darah putih, maka mereka sudah berhasil mengalahkan sosok penguasa sungai itu. Tanda ini bisa dia lihat ketika hujan gerimis turun saat panas dan pelangi muncul di atas langit.

Pasangan suami istri ini kemudian pergi menuju sungai tersebut. Sementara sang anak hanya bisa duduk termenung di pinggiran sungai.

Tidak lama kemudian turun hujan gerimis dari langit. Pelangi pun muncul tidak lama kemudian.

Sang anak kemudian bergegas melihat kondisi sungai. Dari sungai itu kemudian muncul darah putih yang sangat banyak.

Ternyata kedua orang tuanya berhasil mengalahkan sang naga putih. Meskipun demikian, anak ini tetap bersedih hati.

Dirinya tidak bisa lagi berjumpa dengan kedua orang tuanya. Akhirnya sang anak hanya bisa duduk termenung di sana hingga akhir hayatnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.