Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh

LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh

lf-pbnu-sebut-suara-dentuman-semalam-berasal-dari-meteor-jatuh
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
service

Jakarta, NU Online

Sejumlah warga di wilayah Pulau Jawa mengaku mendengar suara asing pada Sabtu (11/7/2026) malam. Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) Ma’rufin Sudibyo menyebut hal tersebut berasal dari meteor yang jatuh masuk ke atmosfer bumi.

“Lalu suara dentuman, merupakan sonic boom yang khas saat meteoroid memasuki atmosfer Bumi sebagai meteor dan mengalami deselerasi (perlambatan) cukup tinggi sehingga meninggalkan kondisi kecepatan supersonik (di awal mula) menjadi subsonik (di akhir),” jelasnya kepada NU Online pada Ahad (12/7/2026).
 

Perubahan gradual itu, lanjut Ma’rufin, melepaskan kerucut sonik secara fisis. Kemudian, saat tiba di paras Bumi, hal tersebut menjelma sebagai dentuman sonik.

Lebih lanjut, Ma’rufin menjelaskan bahwa secara umum ketampakan kilatan cahaya itu menunjukkan gejala-gejala meteor. Tepatnya meteor-superterang yang disertai fragmentasi dan suara dentuman. Astronomi menyebutnya boloid, transliterasi Bahasa Indonesia dari bolide.

“Ciri khas meteor, di antaranya cahaya kehijauan sebagai penanda benda langit itu kaya akan Nikel,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Meteoroid tertentu, terangnya, khususnya yang berasal dari fragmentasi asteroid, dikenal sangat kaya akan Besi dan Nikel dalam rasio berat 10.

Ma’rufin juga menjelaskan bahwa berdasarkan data kasar yang tersedia, meteor nampak dari timur laut ke barat daya, terjadi pada Sabtu 11 Juli 2026 pukul 21:40 WIB, nampak dari Utara Yogyakarta hingga Cirebon dengan panjang lintasan di permukaan Bumi 400 km. 

“Maka secara kasar, meteor ini semula merupakan meteoroid berdiameter sekitar 1 meter,” katanya.

Meteoroid ini, lanjut Ma’rufin, merupakan bagian dari kepingan asteroid yang semula mengedari Matahari di antara orbit Venus hingga orbit Bumi, sehingga merupakan Asteroid dekat-Bumi kelas Apollo.

Kepingan asteroid itu beredar mengelilingi Matahari dengan periode 0,94 tahun. Antara orbit kepingan asteroid tersebut dengan orbit Bumi, berpotongan di satu titik nodal. Pada saat fenomena kilatan cahaya tersebut terjadi, baik Bumi maupun kepingan asteroid tadi sedang berada pada titik tersebut.

“Berdasarkan geometri orbit (sementara) yang sudah saya analisis, kepingan asteroid tadi tidak berhasil menjangkau permukaan Bumi saat menjadi meteor-superterang. Dia hancur di ketinggian 46 – 48 km,” katanya.

Peristiwa ini secara statistik terjadi setiap 26 hari sekali (rata-rata) di Bumi. “Sehingga sesungguhnya bukanlah hal yang jarang terjadi,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.