Tue,25 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Libur Nasional dan Konflik Global Tekan Rupiah Lebih Dalam

Libur Nasional dan Konflik Global Tekan Rupiah Lebih Dalam

libur-nasional-dan-konflik-global-tekan-rupiah-lebih-dalam
Libur Nasional dan Konflik Global Tekan Rupiah Lebih Dalam
service

KABARBURSA.COM – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan hari ini. Hingga penutupan sesi I, mata uang Garuda melemah 51 poin dan parkir di level Rp17.781 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan tersebut memunculkan kekhawatiran baru di pasar keuangan, terutama karena bertepatan dengan momentum libur nasional yang berpotensi memperbesar tekanan eksternal saat intervensi domestik menjadi terbatas.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai depresiasi rupiah kali ini tidak dapat dipisahkan dari eskalasi tensi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas dalam beberapa hari terakhir.

Menurut dia, kondisi menjadi semakin rentan karena libur nasional membuat ruang intervensi Bank Indonesia terhadap pasar domestik tidak seoptimal hari perdagangan biasa. Akibatnya, gejolak eksternal diperkirakan akan lebih leluasa memengaruhi pergerakan rupiah.

“Besok libur nasional sehingga Bank Indonesia tidak bisa melakukan intervensi maksimal di pasar domestik. Tekanan eksternal berpotensi meningkat,” ujar Ibrahim dalam keterangannya kepada media, Jakarta, Selasa 26 Mei 2026.

Ketidakpastian global kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran bagian selatan. Padahal sebelumnya sempat muncul draft kesepakatan damai yang dimediasi Pakistan dan Oman untuk meredakan konflik di kawasan tersebut.

Namun, Ibrahim menilai perubahan sikap politik Amerika Serikat, termasuk pernyataan Presiden Donald Trump yang dinilai inkonsisten, justru memperbesar potensi eskalasi konflik baru di Timur Tengah.

“Apa yang disampaikan Trump yang berubah-ubah itu kemungkinan besar membuat tensi geopolitik Timur Tengah kembali meningkat,” jelasnya.

Tak hanya Timur Tengah, tekanan geopolitik juga datang dari Eropa Timur. Rusia disebut terus melancarkan bombardir terhadap Ukraina menggunakan persenjataan canggih, sementara Israel memperluas operasi militernya ke wilayah Lebanon Selatan.

Situasi global yang semakin tidak stabil tersebut mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven. Dampaknya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, kembali berada dalam tekanan.

Imbas lain terlihat pada lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga West Texas Intermediate (WTI) crude oil pada perdagangan pagi dilaporkan telah menembus level USD92 per barel dan masih berpotensi bergerak lebih tinggi.

Kenaikan harga energi global itu secara langsung meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor minyak Indonesia. Beban permintaan valas pun semakin besar di tengah kondisi eksternal yang belum kondusif.

“Dengan naiknya harga minyak, kebutuhan dolar otomatis meningkat. Ini berdampak pada impor energi Indonesia,” katanya.

Tekanan eksternal tersebut diperparah oleh sejumlah persoalan domestik. Defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat melebar menjadi USD4,01 miliar, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar USD0,15 miliar.

Di saat bersamaan, surplus neraca perdagangan juga mengalami penyusutan cukup tajam dari USD13,07 miliar menjadi USD7,98 miliar.

Kondisi itu mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor riil nasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 15.425 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama dari perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor.

Ibrahim memperingatkan gelombang PHK berpotensi terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang apabila tekanan ekonomi belum mereda. Situasi tersebut dinilai dapat memperburuk sentimen pasar terhadap rupiah.

“PHK massal ini kemungkinan masih akan bertambah pada bulan-bulan berikutnya dan itu bisa memperlemah sentimen terhadap rupiah,” paparnya.

Pasar juga menaruh perhatian terhadap kebijakan ekspor satu pintu yang dinilai menambah beban baru bagi pelaku usaha. Jika implementasinya tidak berjalan mulus, kebijakan tersebut dikhawatirkan memicu penurunan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.

Dengan kombinasi tekanan eksternal dan domestik yang terjadi secara simultan, rupiah diperkirakan masih berisiko melemah lebih dalam. Level psikologis Rp18.000 per dolar AS bahkan disebut berpotensi tercapai dalam pekan ini apabila tensi geopolitik global terus meningkat tanpa adanya meredanya konflik internasional.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.