Sebanyak 12 mahasiswa yang tergabung dalam International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Local Committee Universitas Padjadjaran (IAAS LC Unpad) menggagas Jagawara Arenta, model desa tangguh bencana berbasis kearifan lokal aren. Program ini dibimbing oleh dosen Fakultas Pertanian Unpad, Vira Kusuma Dewi, melalui skema Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Dalam program ini, tim Pelaksana PPK Ormawa IAAS LC Unpad bersama warga Desa Cipelah menanam pohon aren di lereng kawasan potensi longsor, merakit Early Warning System (EWS) pendeteksi longsor berbasis IoT yang terintegrasi dengan website desa, serta mengolah gula semut sebagai produk olahan aren bersama Kelompok Wanita Tani (KWT).
Program ini berjalan lewat tiga pilar, yaitu Arenta Lestari yang merupakan kegiatan menanam lebih dari 200 bibit aren berpadu kopi dan akar wangi secara polikultur berbasis kontur untuk memperkuat lereng sekaligus ekonomi warga; Arenta Siaga dengan membangun sistem peringatan dini berbasis IoT dengan empat jenis sensor yang memantau kondisi lereng secara real time; serta Arenta Berdaya yang mengembangkan produk olahan aren, seperti gula semut, bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) lewat skema kemitraan bisnis (B2B).
Seluruh kegiatan melibatkan warga secara langsung, dari Kepala Dusun hingga BABINSA, dan didukung kemitraan dengan BPBD Kab. Bandung serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Juni 2026, tim telah menanam bibit aren dan kopi, merakit prototipe EWS, serta menjajaki pasar produk gula semut ke sejumlah kedai kopi di Bandung Selatan.
Keberlanjutan program dijaga lewat lembaga Jagaren yang akan mengelola konservasi dan mitigasi bencana secara mandiri setelah masa pendampingan mahasiswa berakhir.
Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) mengoptimalkan potensi yang sudah dimiliki warga sejak lama. Jagawara Arenta diharapkan menjadikan Cipelah sebagai desa tangguh bencana yang mandiri berbasis potensi lokalnya sendiri.
Berikut adalah ke-12 mahasiswa yang tergabung sebagai tim: Maritza Khansa, Mazetto Faiq Aqillah, Nada Syifa Nabilah, Azita Aghni Maheerah, Haerunisa, Ibnu Zaidan Akbar, Maisya Najma Aqila, M. Naufal Azis, Nayla Haura Balqis Wijanarko, Zaki Hasi Ramdhani, Raden Fawwaz Badrani A. P, Rayhan Fadilah Ramdan, Jonathan Soetandar, M Abdan Nur Falah, dan Syaiful Ramdhani.






Comments are closed.