Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Majelis Alumni IPPNU Luncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri

Majelis Alumni IPPNU Luncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri

majelis-alumni-ippnu-luncurkan-gerakan-perempuan-membangun-negeri
Majelis Alumni IPPNU Luncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri
service

Jakarta, NU Online

Majelis Alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (MA IPPNU) meluncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri. Gerakan ini dimunculkan dalam momentum pengukuhan kepengurusan baru di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Gerakan ini merupakan komitmen Majelis Alumni IPPNU untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan Indonesia. Hal ini merupakan ikhtiar kolektif untuk melahirkan perempuan Indonesia yang merdeka dalam berpikir, mandiri dalam berkarya, visioner dalam memandang masa depan, hijau dalam menjaga bumi, dan peduli terhadap sesama.

“Ketika perempuan bergerak, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Ketika masyarakat kuat, bangsa akan kuat. Dan ketika alumni IPPNU bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan lahirnya kebaikan bagi negeri ini,” kata Siti Nur Azizah, Ketua MA IPPNU.

Gerakan ini dilakukan melalui lima agenda besar dalam mewujudkan cita-cita sebagaimana yang dimaksud di atas.

  1. Perempuan Merdeka Mendorong peningkatan akses pendidikan, penguatan kapasitas diri, dan kesempatan yang setara bagi perempuan agar mampu mengembangkan seluruh potensinya.
  2. erempuan Mandiri Memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui koperasi, kewirausahaan, UMKM, ekonomi keluarga, serta memperluas akses terhadap lembaga ekonomi yang sehat dan berkeadilan. ​​​​​​​
  3. erempuan Visioner Mempersiapkan perempuan yang adaptif terhadap perubahan zaman, menguasai teknologi, berinovasi, serta mampu mengambil peran strategis dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan. ​​​​​​​
  4. Perempuan Hijau Menggerakkan perempuan sebagai pelopor pelestarian lingkungan hidup melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, ketahanan pangan keluarga, serta aksi nyata menghadapi perubahan iklim. ​​​​​​​
  5. Perempuan Peduli Membangun gerakan sosial yang memperkuat solidaritas, kepedulian terhadap kelompok rentan, penanggulangan bencana, dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat. Prof. Siti Nur Azizah juga mengajak seluruh keluarga besar Majelis Alumni IPPNU untuk mengakhiri berbagai perbedaan yang pernah terjadi dan fokus pada agenda besar organisasi dalam mengabdi kepada umat, memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Siti Nur Azizah menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperbarui semangat pengabdian, serta menyatukan langkah menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Menurutnya, alumni IPPNU merupakan bagian dari kekuatan sosial yang lahir dari tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian Nahdlatul Ulama yang memiliki tanggung jawab besar untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Menjadi alumni bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari fase pengabdian yang lebih luas. Alumni IPPNU harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa,” tegas Siti Nur Azizah. 

Dalam pidatonya, Siti Nur Azizah menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari ketimpangan ekonomi, kemiskinan, hambatan terhadap pemberdayaan perempuan, hingga ancaman kerusakan lingkungan dan melemahnya solidaritas sosial.

Oleh karena itu, pembangunan nasional harus berorientasi pada keadilan, pemerataan kesempatan, kesejahteraan rakyat, dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai organisasi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, Majelis Alumni IPPNU meyakini bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai subjek pembangunan, penggerak perubahan, penguat keluarga, pelaku ekonomi rakyat, serta penjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Majelis Alumni IPPNU merupakan wadah berhimpunnya para alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama yang berkomitmen melanjutkan semangat kaderisasi, pengabdian, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi rakyat, pendidikan, kepemimpinan, serta pembangunan berkelanjutan untuk kemajuan Indonesia.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.