Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Masjid Wali Blitung, Jejak Islam Masa Brawijaya di Rembang

Masjid Wali Blitung, Jejak Islam Masa Brawijaya di Rembang

masjid-wali-blitung,-jejak-islam-masa-brawijaya-di-rembang
Masjid Wali Blitung, Jejak Islam Masa Brawijaya di Rembang
service

Rembang, NU Online Jateng 

Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menetapkan Masjid Jami’ Wali Blitung di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, sebagai masjid bersejarah.

Penetapan Masjid Jami’ Wali Blitung sebagai masjid bersejarah merupakan tindak lanjut dari usulan Rais Syuriyah PCNU Lasem, KH Said Abdurrahim. Ia menilai, masjid tersebut memiliki nilai historis yang penting dalam perjalanan dakwah Islam di kawasan pesisir utara Rembang.

Sekretaris LTM PCNU Lasem Moch Achid Arifuddin menegaskan bahwa program plangisasi merupakan bagian dari agenda lembaga dalam menginventarisasi serta memperkuat peran masjid-masjid bersejarah di Jawa Tengah.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi perjalanan dakwah dan peradaban Islam. Penting bagi kita menjaga serta merawat nilai sejarahnya,” ujarnya.

Takmir Masjid Jami’ Wali Blitung, H Nurul Hilal, mengungkapkan bahwa masjid tersebut diperkirakan sudah berdiri sejak masa Kerajaan Brawijaya.

Hal itu diperkuat dengan adanya peninggalan berupa tongkat besi di mimbar masjid yang memiliki ukiran khas kerajaan pada masa tersebut.

“Dari ukiran pada tongkat mimbar, dapat dibaca bahwa masjid ini sudah ada sejak masa Brawijaya. Ini bukti kuat bahwa masjid menyimpan nilai sejarah yang luhur,” jelasnya.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.