Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Mata Kuning pada Bayi Baru Lahir, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mata Kuning pada Bayi Baru Lahir, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

mata-kuning-pada-bayi-baru-lahir,-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya
Mata Kuning pada Bayi Baru Lahir, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
service

Jakarta

Mata kuning pada bayi baru lahir kerap menjadi kondisi yang membuat orang tua khawatir. Apa sebenarnya penyebab dari mata kuning pada bayi baru lahir?

Dikutip dari Active Kid MD, sebenarnya hampir semua bayi baru lahir pernah mengalami mata tampak kuning pada suatu waktu. Namun pada kasus tertentu, ini perlu diperiksakan ke dokter. 

Jika bagian putih pada mata bayi tampak menguning, biasanya ini disebabkan oleh penyakit kuning pada bayi baru lahir atau newborn jaundice.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu jaundice?

Dikutip dari Cleveland Clinic, penyakit kuning atau jaundice pada bayi baru lahir adalah kondisi ketika kulit bayi tampak kekuningan akibat penumpukan bilirubin di dalam darah. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut hiperbilirubinemia.

Bilirubin sendiri merupakan zat berwarna kuning yang terbentuk saat sel darah merah mengalami kerusakan. 

Selama bayi masih di dalam kandungan, hati ibu membantu membuang bilirubin dari tubuh bayi. Setelah lahir, hati bayi harus bekerja sendiri untuk memproses bilirubin tersebut.

Nah, ketika fungsi hati bayi baru lahir belum berkembang sempurna, bilirubin bisa menumpuk dan menyebabkan kulit serta matanya tampak kuning.

Mata kuning pada bayi baru lahir akibat jaundice cukup umum terjadi dan biasanya akan membaik dalam beberapa minggu. Namun, lebih baik jika Si Kecil diperiksa dokter untuk memastikan penyakit kuning tidak berlanjut menjadi berbahaya.

Seperti disebutkan sebelumnya, penyakit kuning terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi.

Dikutip dari Kids Health, bilirubin berasal dari proses alami pemecahan sel darah merah. Hati berfungsi menyaring bilirubin dari darah lalu membuangnya melalui usus agar keluar dari tubuh.

Sebagian besar kasus penyakit kuning akan membaik dengan sendirinya, tetapi beberapa kondisi memerlukan pengobatan untuk menurunkan kadar bilirubin.

Penyakit kuning berat dapat terjadi bila bayi mengalami:

  • Infeksi darah (sepsis)
  • Perbedaan golongan darah antara bayi dengan ibu
  • Memar akibat proses persalinan sulit
  • Jumlah sel darah merah berlebihan
  • Kadar oksigen rendah (hipoksia)
  • Gangguan hati tertentu seperti atresia bilier

Kapan bayi kuning termasuk berbahaya?

Mata kuning pada bayi baru lahir dan juga pada kulitnya menjadi tanda awal penyakit kuning. Dari wajah, kekuningan bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

Pada penyakit kuning yang masih normal, warna kuning biasanya mulai terlihat dan mencapai puncaknya dalam 2–5 hari setelah lahir. Pada kondisi tertentu, warna kuning bisa muncul lebih cepat mendekati waktu kelahiran.

Cara sederhana untuk memeriksanya adalah dengan menekan lembut kulit bayi menggunakan jari. Kulit akan tampak pucat sesaat, lalu jika area tersebut terlihat kekuningan, kemungkinan bayi mengalami penyakit kuning.

Jika Bunda ragu membedakan bayi kuning normal dan tidak normal, segera konsultasikan dengan dokter, terutama bila bagian putih mata bayi terlihat kuning.

Segera hubungi dokter jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Warna kuning menyebar atau semakin parah
  • Bayi mengalami demam di atas 38°C
  • Warna kuning tampak semakin pekat
  • Bayi sulit menyusu, tampak lemas, atau menangis bernada tinggi

Komplikasi yang bisa terjadi pada bayi kuning

Sebagian kasus penyakit kuning memang normal terjadi pada bayi baru lahir. Namun, warna kuning yang terlalu berlebihan bisa menjadi tanda bahaya.

Beberapa contoh risiko komplikasi dan kondisi yang perlu diwaspadai salah satunya ketika warna kuning telah mencapai area bawah tulang rusuk atau pusar.

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi juga bisa memicu kerusakan lain pada tubuh bayi. Termasuk seperti menyebabkan gangguan jangka pendek maupun jangka panjang pada otak, membuat bayi tidak nyaman, dan membuat bayi sulit menyusu.

Menurut American Liver Foundation, penyakit kuning pada bayi baru lahir dapat menjadi lebih serius pada bayi prematur atau bayi dengan ketidakcocokan golongan darah dengan ibunya.

Infeksi dan kelainan darah bawaan juga dapat membebani fungsi hati sehingga memicu penyakit kuning berat. Komplikasi paling serius dari penyakit kuning berat adalah kerusakan otak yang disebut kernikterus.

Kernikterus merupakan kondisi langka yang terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah terlalu tinggi hingga memengaruhi otak bayi. 

Cara mengatasi bayi kuning

Pada sebagian besar kasus, penyakit kuning pada bayi baru lahir tidak memerlukan pengobatan khusus. Kondisi kuning ringan biasanya akan membaik sendiri dalam waktu sekitar 1–2 minggu, seiring berkembangnya fungsi hati bayi.

Meski begitu, ada beberapa perawatan di rumah yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi bayi kuning:

1. Perbanyak frekuensi menyusu

Menyusui lebih sering membantu tubuh bayi membuang bilirubin melalui urine dan feses.

Pastikan Bunda menjaga kualitas dan jumlah ASI dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau, lemak sehat, biji-bijian, kacang-kacangan, buah, dan daging.

2. Berjemur di bawah sinar matahari

Paparan cahaya biru alami dari sinar matahari diketahui dapat membantu memecah bilirubin berlebih, sehingga lebih mudah dikeluarkan tubuh. Oleh karena itu, bayi sebaiknya dijemur secukupnya secara berkala pada pagi hari.

3. Fototerapi

Dalam kondisi tertentu, bayi mungkin membutuhkan terapi cahaya atau fototerapi di rumah sakit menggunakan alat khusus. Biasanya tindakan ini dilakukan berdasarkan anjuran dokter. Demikian seperti dikutip dari Healthline.

4. Pijat bayi

Pijatan yang dipadukan dengan paparan sinar matahari pagi dipercaya dapat membantu meningkatkan frekuensi BAB bayi sehingga proses pembuangan bilirubin menjadi lebih optimal.

5. Cek kondisi ke dokter

Pemantauan oleh dokter penting untuk memastikan kadar bilirubin bayi tidak meningkat terlalu tinggi. Segera periksakan bayi jika warna kuning semakin menyebar, bayi sulit menyusu, tampak lemas, atau mengalami demam.

Mencegah keluhan bayi kuning

Menyusu secara rutin membantu bayi buang air kecil dan buang air besar lebih teratur, sehingga bilirubin dapat lebih cepat dikeluarkan dari tubuh.

Pada bayi ASI, susui setidaknya 8–12 kali sehari selama minggu pertama kehidupannya.

Lalu pada bayi yang minum susu formula, berikan sekitar 30–60 ml susu formula setiap 2–3 jam selama minggu pertama. Pastikan bayi mendapatkan asupan minimal 8 kali dalam 24 jam.

Itulah penjelasan tentang mata kuning pada bayi baru lahir, termasuk penyebab dan cara mengatasinya.

Setelah lahir dan sebelum pulang ke rumah, pastikan dokter sudah memeriksa kadar bilirubin bayi, ya. Jika tinggi, konsultasikan seperti apa perawatan yang perlu diberikan pada Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.