Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Membangun “Otak” Elektronik, Indonesia Bersiap Matangkan Ekosistem Semikonduktor

Membangun “Otak” Elektronik, Indonesia Bersiap Matangkan Ekosistem Semikonduktor

membangun-“otak”-elektronik,-indonesia-bersiap-matangkan-ekosistem-semikonduktor
Membangun “Otak” Elektronik, Indonesia Bersiap Matangkan Ekosistem Semikonduktor
service

6 Februari 2026 16.00 WIB • 2 menit

Membangun “Otak” Elektronik, Indonesia Bersiap Matangkan Ekosistem Semikonduktor


Di balik kecanggihan ponsel, laptop, hingga kendaraan listrik yang kita gunakan sehari-hari, terdapat komponen kecil namun sangat vital bernama semikonduktor.

Komponen ini sering disebut sebagai “otak” dari segala perangkat elektronik modern. Mengingat besarnya pasar domestik di Indonesia, pemerintah kini mulai mengambil langkah serius untuk tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain dalam ekosistem semikonduktor dunia.

Langkah ini pun diperkuat melalui pertemuan antara Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan pihak Asian Development Bank (ADB). Kerja sama ini bertujuan untuk membangun fondasi industri semikonduktor nasional yang selama ini pasokannya masih sangat bergantung pada impor.

“Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk produk berbasis semikonduktor, mulai dari ponsel, laptop, hingga kendaraan bermotor. Pengembangan ekosistem ini adalah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor,” ujar Agus Gumiwang di Jakarta.

Fokus pada Keahlian Manusia dan Desain Chip

Membangun industri semikonduktor tidak selalu berarti harus mendirikan pabrik besar atau foundry dalam waktu singkat. Indonesia memilih strategi yang lebih realistis dan berkelanjutan, yaitu dengan memperkuat kemampuan desain chip.

Melalui program yang didukung pembiayaan sebesar USD 16,185 juta, fokus utama akan diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar ahli dalam merancang arsitektur chip yang sesuai dengan kebutuhan industri global. Menteri Perindustrian menjelaskan bahwa penguasaan teknologi desain chip adalah kunci agar Indonesia bisa naik kelas dalam rantai pasok teknologi tinggi.

“Fokus utama kami adalah membangun kapabilitas SDM di bidang desain chip, menyediakan tempat riset bersama, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan mitra global,” jelasnya.

Upaya ini diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta lokal yang mampu berinovasi sehingga desain yang dihasilkan dapat langsung digunakan oleh industri manufaktur di dalam negeri, seperti pabrik perakitan elektronik atau produsen kendaraan listrik.

Menjawab Tantangan Kendaraan Masa Depan

Kebutuhan akan semikonduktor di Indonesia diprediksi akan terus melonjak tajam, terutama dengan target pengembangan kendaraan listrik.

Berbeda dengan mobil konvensional, kendaraan listrik memerlukan lebih banyak chip untuk mengatur sistem baterai hingga fitur keamanan otomatis. Dengan produksi mobil nasional yang mencapai lebih dari satu juta unit per tahun, ketersediaan chip yang stabil menjadi harga mati bagi kelangsungan industri otomotif.

Saat ini, Indonesia sebenarnya sudah memiliki industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam, namun ekosistemnya masih perlu diperluas agar lebih terintegrasi. Dukungan dari ADB akan mencakup pendampingan teknis dan studi kelayakan agar proyek-proyek pengembangan ini tidak hanya siap secara finansial, tetapi juga memenuhi standar industri hijau yang ramah lingkungan.

Peluang Investasi dan Kemandirian Teknologi

Kerja sama dengan lembaga internasional seperti ADB membuka pintu bagi Indonesia untuk mendapatkan akses teknologi sehingga pendampingan riset yang lebih mendalam.

Lewat penyediaan infrastruktur riset dan prototipe bersama, diharapkan para peneliti dan pengusaha lokal bisa bereksperimen menciptakan inovasi baru tanpa harus terbebani biaya investasi alat yang sangat mahal di awal.

Jika ekosistem ini terbentuk dengan baik, Indonesia tidak hanya akan mengamankan pasokan komponen untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang besar untuk mengekspor desain dan teknologi chip ke pasar internasional.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mempercepat terwujudnya ekosistem semikonduktor nasional yang kuat dan kompetitif, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor industri berteknologi tinggi,” ujar Agus.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.