Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Mengemas liga futsal ke kancah internasional

Mengemas liga futsal ke kancah internasional

mengemas-liga-futsal-ke-kancah-internasional
Mengemas liga futsal ke kancah internasional
service

Dengan program jangka panjang tahap demi tahap yang akan diaplikasikan itu dapat meningkatkan valuasi liga futsal itu sendiri serta dapat membawa kemandirian finansial untuk klub-klub futsal.

Jakarta (ANTARA) – Tim nasional futsal Indonesia menorehkan tinta emas dalam sejarah perkembangan futsal tanah air dengan mengunci posisi runner-up Piala Asia 2026.

Bahkan Tim Garuda nyaris menjadi juara. Mereka memaksa sang juara bertahan Iran bermain imbang 5-5 dan dilanjutkan babak adu penalti yang berakhir 4-5 untuk Iran pada babak final yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, akhir pekan lalu.

Prestasi ini merupakan sesuatu hal yang sangat membanggakan untuk Indonesia, yang kali pertama bisa menjadi runner-up sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen futsal terbesar antar negara se-Asia ini.

Futsal Asia memang masih dikuasai oleh Iran yang notabene kini telah mengunci gelar ke-14 pada Piala Asia. Hanya Jepang yang jawara sebanyak empat kali mampu mengganggu dominasi Iran dalam turnamen yang pertama kali diselenggarkan tahun 1999 ini.

Meski kalah, tim Garuda patut berbangga. Pencapaian kali ini akan menjadi api pemantik untuk tim asuhan Hector Souto ini mengganggu dominasi Iran dan Jepang di kancah Asia.

Timnas Indonesia bisa mendulang prestasi ini juga bukan serta merta dibangun dalam kurun waktu sehari atau dua hari. Bukan juga dibangun lewat ambisi instan yang diperoleh dari proses naturalisasi atau pencarian jejak pemain berketurunan diaspora.

Namun tim Garuda dibangun lewat keseriusan dan ekosistem yang jelas sehingga bisa melahirkan talenta-talenta kelas internasional semacam Mochammad Iqbal Iskandar dan kawan-kawan.

Dengan prestasi gemilang ini tentu akan menjadi pertanyaan bagi publik, apakah torehan membanggakan jadi pemicu terciptanya ekosistem futsal di tanah air yang lebih sehat? Atau ini adalah prestasi sekali gapai dan gagal berlanjut?

Baca juga: Futsal Indonesia, menunggu sejarah tanpa kehilangan arah

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.