Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Menkomdigi sebut radikalisme digital disamarkan dalam bentuk bantuan

Menkomdigi sebut radikalisme digital disamarkan dalam bentuk bantuan

menkomdigi-sebut-radikalisme-digital-disamarkan-dalam-bentuk-bantuan
Menkomdigi sebut radikalisme digital disamarkan dalam bentuk bantuan
service

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pola baru penyebaran radikalisme di ruang digital kini muncul dalam bentuk baru dengan modus perekrutan dengan menjanjikan bantuan untuk membangun kepercayaan korbannya.

Ia menjelaskan, penyebaran faham radikalisme kini tidak lagi melalui ajakan kebencian atau kekerasan, melainkan pendekatan yang tampak baik, seperti menawarkan bantuan, membangun kedekatan, hingga memberi harapan hidup yang lebih baik. Setelah kepercayaan terbentuk, korban perlahan diarahkan pada paham ekstrem.

“Kekerasan dimulai dengan sebuah uluran tangan, bantuan pengobatan, pelunasan utang, pengiriman bantuan yang bersifat personal, lalu disusul janji-janji kesejahteraan. Setelah kepercayaan terbentuk, barulah mereka diarahkan pada paham yang ekstrem,” kata Meutya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Pemenang lelang frekuensi diminta percepat pemerataan internet

Baca juga: Menkomdigi umumkan hasil seleksi pengguna frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz

Menurutnya, kelompok radikal kini memanfaatkan pendekatan yang lebih halus dan personal untuk memengaruhi calon korbannya, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

“Jadi janji-janji terhadap kesejahteraan sebagai contoh misalnya disini janji sekolah gratis sampai disana malah disuruh kawin,” ujar Meutya.

Meutya juga mengungkapkan bahwa pada Mei lalu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berhasil menggagalkan upaya perekrutan terhadap 112 anak melalui satu platform digital.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa ruang digital terus dimanfaatkan kelompok radikal untuk mencari sasaran baru dengan berbagai modus yang semakin sulit dikenali.

Ia menilai perubahan perilaku pada anak akibat paparan konten di ruang digital tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan perilaku terjadi secara perlahan sehingga sering kali tidak disadari oleh keluarga.

“Sedikit demi sedikit hubungan dengan orang tua mulai renggang. Cerita yang dulu terbuka menjadi semakin sedikit, hingga akhirnya tidak ada lagi komunikasi. Saat itulah kita sering terlambat menyadari bahwa telah terjadi perubahan yang serius,” ujarnya.

Menurut Meutya, perkembangan teknologi membuat radikalisasi semakin sulit dikenali. Kekuatan narasi yang berpadu dengan algoritma di ruang digital mampu membentuk ruang informasi sesuai preferensi pengguna.

Akibatnya, seseorang dapat terus menerima informasi yang memperkuat keyakinannya, meski tidak sesuai dengan fakta.

“Narasi dan algoritma ketika bersatu memunculkan sebuah ilusi algoritma sehingga fakta kemudian kalah dengan emosi atau keyakinan,” kata Meutya.

Baca juga: Menbud: Permainan tradisional harus terus dihidupkan di era teknologi

Baca juga: Menkomdigi: RI usung standar global perlindungan anak di ruang digital

Baca juga: Kemkomdigi surati Kemendagri soal biaya verifikasi biometrik kartu SIM

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.