Wed,13 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Momen Idul Fitri, Quraish Shihab: Saatnya Menghapus Luka dan Membuka Lembaran Baru

Momen Idul Fitri, Quraish Shihab: Saatnya Menghapus Luka dan Membuka Lembaran Baru

momen-idul-fitri,-quraish-shihab:-saatnya-menghapus-luka-dan-membuka-lembaran-baru
Momen Idul Fitri, Quraish Shihab: Saatnya Menghapus Luka dan Membuka Lembaran Baru
service

Jakarta, NU Online

Pakar Tafsir Al-Qur’an, Prof Muhammad Quraish Shihab, menekankan bahwa Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum untuk membersihkan hati dari berbagai penyakit batin, terutama dendam.

“Ciri orang bertakwa itu menahan amarah dan memaafkan sesama. Lebaran Idul Fitri menjadi momen yang tepat untuk saling memaafkan, baik dengan keluarga maupun teman,” ujar Prof Quraish dalam Pengajian Ramadhan Tafsir Al-Mishbah: Hidup Bersama Al-Qur’an bertajuk Saling Memaafkan, Menghapus Luka dan Dosa, Jumat (20/3/2026).

Ia mengajak umat Islam untuk membiasakan diri memaafkan, bahkan meskipun orang lain tidak terlebih dahulu meminta maaf.

“Di akhir Ramadhan ini kita biasakan memaafkan. Kalau pun orang tidak meminta maaf, kita bisa memaafkan lebih dulu,” lanjutnya.

Menurutnya, Al-Qur’an memberikan panduan bertahap dalam menyikapi kesalahan orang lain. Ada beberapa tingkatan respons manusia saat disakiti, mulai dari membalas secara setimpal, berpaling tanpa menghiraukan, hingga tingkat tertinggi, yakni berbuat baik kepada orang yang bersalah.

“Memaafkan itu menghapus luka di hati, tidak membalas. Tapi seperti tulisan yang salah di kertas, jika dihapus, tulisannya hilang, tetapi kertasnya masih meninggalkan bekas,” jelasnya.

Prof Quraish juga menjelaskan konsep safh dalam Al-Qur’an yang bermakna membuka lembaran baru. Pada tahap ini, seseorang tidak lagi menoleh ke belakang atau mengungkit luka lama. Puncaknya adalah tingkat ihsan, yakni ketika seseorang mampu berbuat baik kepada orang yang pernah menyakitinya.

“Ciri orang bertakwa adalah menahan amarah dan memaafkan. Allah mencintai orang yang berbuat baik kepada yang bersalah. Ini adalah tingkat tertinggi,” ucapnya.

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam dendam yang justru merugikan diri sendiri. Menurutnya, menyimpan dendam hanya akan menggerogoti ketenangan hati dan menghambat produktivitas, baik dalam bekerja maupun beribadah.

“Dendam dapat menggerogoti hati kita sendiri. Karena itu, dendam tidak dianjurkan karena dapat merugikan,” katanya.

Prof Quraish juga menyarankan agar setiap individu melihat kesalahan orang lain dengan perspektif yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya ketidaksengajaan atau tekanan yang dialami pelaku.

“Ingatlah bahwa kesalahan orang lain bisa saja lebih ringan dibanding kesalahan yang mungkin kita lakukan. Jika Anda memaafkan, terbuka peluang Allah SWT memaafkan kesalahan Anda,” ujarnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.