Jakarta, Arina.id—Majelis Ulama Indonesia (MUI) membantah keterlibatan dalam penyusunan buku Islam Ala Prabowo yang ramai diperbincangkan setelah diluncurkan beberapa waktu lalu.
“Kami perlu menegaskan bahwa buku Islam ala Prabowo bukan merupakan program, pekerjaan, ataupun produk resmi MUI tahun 2025,” ujar Wakil Ketua Umum KH Cholil Nafis dalam postingan akun pribadinya dikutip Kamis (10/09).
“Penulis buku tersebut juga bukan pengurus MUI,” imbuhnya.
Kiai Cholil menjelaskan, kehadiran Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dalam acara launching dan bedah buku Islam Ala Prabowo tidak berarti buku tersebut merupakan produk MUI.
Menurutnya, KH Anwar hadir dalam rangka menghadiri Rakornas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yang salah satu rangkaian acaranya adalah peluncuran buku tersebut.
Karena itu, kehadiran Ketua Umum MUI dalam acara tersebut tidak dapat dimaknai sebagai bentuk bahwa buku tersebut merupakan produk ataupun program resmi MUI.
“Jadi, posisi MUI jelas: buku tersebut bukan produk atau program resmi MUI, dan dari sisi akidah maupun syariah tidak terdapat persoalan yang menyimpang,” bebernya.
Menurut Kiai Cholil, secara substansi tidak ditemukan penyimpangan dalam akidah maupun syariah dalam buku tersebut. Buku itu merupakan bunga rampai yang memuat perspektif para penulis mengenai sosok Prabowo Subianto serta bagaimana nilai-nilai Islam dipandang diimplementasikan dalam konteks sosial, politik, dan kebangsaan.
Meski demikian, ia memberikan catatan terkait kecermatan dalam proses penulisan, terutama pentingnya melakukan konfirmasi kembali kepada narasumber mengenai materi wawancara yang dituangkan dalam buku.
“Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, sanggahan, maupun kekeliruan,” tegasnya.
Perbincangan hangat tengah melanda jagat media sosial terkait penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.
Polemik ini makin meruncing setelah sejumlah tokoh terkemuka, seperti KH Said Aqil Sirojd, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), diduga dicatut namanya sebagai penyumbang tulisan.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam peluncuran buku Islam ala Prabowo. BAZNAS menegaskan bahwa buku tersebut bukan produk kebijakan lembaga, bukan rujukan resmi, dan bukan pedoman ajaran Islam yang ditetapkan BAZNAS.





Comments are closed.