Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Negara-negara Eropa tolak seruan AS kerahkan pasukan ke Selat Hormuz

Negara-negara Eropa tolak seruan AS kerahkan pasukan ke Selat Hormuz

negara-negara-eropa-tolak-seruan-as-kerahkan-pasukan-ke-selat-hormuz
Negara-negara Eropa tolak seruan AS kerahkan pasukan ke Selat Hormuz
service

Brussels (ANTARA) – Negara-negara Eropa telah menolak seruan Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz dengan menekankan bahwa mereka tidak berniat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat dengan Iran.

Hal ini disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Senin (16/3), setelah pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, seraya menekankan bahwa Eropa “tidak tertarik pada perang tanpa akhir.”

Kallas menyoroti bahwa Uni Eropa berfokus pada penguatan keamanan maritim tetapi menegaskan bahwa tidak ada keinginan di antara negara-negara anggota untuk memperluas misi saat ini seperti Operasi Aspides di Laut Merah atau memperluasnya ke Selat Hormuz.

“Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini,” katanya, mencatat bahwa prioritas blok tersebut tetaplah menjaga kebebasan navigasi dan mengintensifkan upaya diplomatik.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyerukan hal yang sama, menggarisbawahi bahwa misi angkatan laut Uni Eropa yang bertugas mengawal kapal dagang dan operasi anti-pembajakan, tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz.

“Kami bersedia memperkuat misi-misi ini,” katanya, tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz.”

Jerman juga menolak mengirim pasukan ke Teluk. Kanselir Friedrich Merz mengatakan bahwa Berlin “tidak akan melakukannya” dan menyerukan solusi politik yang cepat untuk konflik tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memperingatkan bahwa pengerahan pasukan di luar wilayah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan membutuhkan persetujuan hukum dan persetujuan parlemen.

“Ini bukan perang kami; kami tidak memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik dan penyelesaian konflik yang cepat,” ujarnya.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menolak tekanan AS untuk bergabung dalam upaya militer di wilayah tersebut, menyatakan bahwa Inggris “tidak akan terlibat dalam perang yang lebih luas” dan menekankan bahwa setiap pengerahan harus memiliki mandat hukum.

Polandia dan Belgia juga menegaskan kembali fokus mereka pada diplomasi dan stabilitas regional, menolak seruan dari Washington untuk menyumbangkan aset angkatan laut.

Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengkritik Presiden AS Donald Trump karena menggambarkan NATO sebagai entitas terpisah dari AS, sementara mendesak partisipasi Eropa dalam operasi militer di Teluk.

Perdana Menteri Belgia Bart De Wever menegaskan posisi pemerintahnya, dengan mengatakan kepada parlemen bahwa Belgia tidak akan bergabung dalam serangan apa pun bersama AS dan Israel.

Sebelumnya pada hari Senin, Trump mengatakan “banyak negara” sedang bersiap untuk membantu AS dalam membuka kembali Selat Hormuz tetapi tidak menyebutkan nama-nama negara tersebut, dengan alasan kekhawatiran bahwa mereka dapat menjadi sasaran Iran.

Selat Hormuz telah menjadi pusat perhatian pasar energi global sejak Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupannya bagi sebagian besar kapal di tengah serangan AS-Israel terhadap negara tersebut yang dimulai pada 28 Februari.

Sebelum perang, sekitar 20 juta barel minyak melewati selat tersebut setiap hari. Gangguan yang terjadi telah mendorong harga minyak melonjak.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Selat Hormuz: Trump kesal sekutu AS enggan kirim kapal

Baca juga: Uni Eropa tidak siap kirim kapal penjamin keamanan ke Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.