Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Tanda Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan saat Lari

Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Tanda Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan saat Lari

pelari-meninggal-di-jakim-2026,-dokter-ingatkan-tanda-tubuh-yang-tak-boleh-diabaikan-saat-lari
Pelari Meninggal di JAKIM 2026, Dokter Ingatkan Tanda Tubuh yang Tak Boleh Diabaikan saat Lari
service

Jakarta

Kabar duka datang dari ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang digelar 13-14 Juni 2026, setelah salah satu peserta dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya bagi pelari untuk selalu peka terhadap sinyal tubuh

Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Andi Kurniawan, SpKO, mengingatkan, ungkapan “Listen to Your Body” merupakan anjuran yang wajib jadi pegangan para pelari. Kemampuan untuk mendengarkan sinyal tubuh membuat pelari bisa benar-benar mengetahui apa yang dirasakan tubuhnya.

“Ketika sedang berlari, itu penting banget untuk listen to your body karena kita mendengarkan parameter apa yang ada dalam tubuh kita,” kata dr Andi, Selasa (16/6/2026) dikutip dari detikcom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama adalah parameter nyeri. Saat ada nyeri, misalnya di kaki, lutut, atau dada, maka harus direspons. Kurangi kecepatan berlari.

“Bahkan kalau perlu kita setop terlebih dahulu, kita melakukan stretching, kita peregangan, kita cek heart rate kita, kita tarik napas, kita cek pernapasan kita,” katanya.

Kemudian lihat heart rate, pernapasan, ataupun ada keluhan-keluhan seperti pusing, linglung, dan sebagainya. Hal itu sangat penting untuk dinilai dan direspons. Sebab, kemungkinan kondisi tersebut adalah sinyal tubuh terhadap cuaca.

“Bahkan sebelum berlari pun, sebelum memutuskan berlari saat bangun pagi, kita harus bertanya pada tubuh kita, ‘Are you fit enough to take part or not?‘ Apakah kita siap atau ready, benar-benar fit dan sehat untuk lari hari ini?” kata dr Andi.

Seorang pelari harus mengetahui apakah tubuhnya benar-benar sehat 100 persen atau kurang sehat. Jika kurang sehat, maka pelari tersebut harus menyesuaikan target yang akan ditentukan.

“Ketika kita kurang sehat, kita harus benar-benar bisa memutuskan untuk DNS (Did Not Start). Itu adalah suatu keputusan pemberani yang dimiliki oleh pelari,” katanya.

Menurut dr Andi, DNS maupun DNF (Did Not Finish) bukanlah suatu keputusan yang tabu, melainkan bijak. Keputusan pemberani seorang pelari adalah ketika dia memprioritaskan kesehatan dibanding waktu tempuh untuk finis dan lain sebagainya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.