Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Pemikiran Gus Dur tentang Reformasi Agama dan Politik Dikaji Akademisi Mesir

Pemikiran Gus Dur tentang Reformasi Agama dan Politik Dikaji Akademisi Mesir

pemikiran-gus-dur-tentang-reformasi-agama-dan-politik-dikaji-akademisi-mesir
Pemikiran Gus Dur tentang Reformasi Agama dan Politik Dikaji Akademisi Mesir
service

Jakarta, Arina.id—Pemikiran Presiden keempat Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tak hanya menjadi rujukan di dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian di dunia akademik Mesir.

Nama Gus Dur bergema lewat sidang tesis Musthofa Zahran di Universitas Kanal Suez (27/6). Ia maju mempertahankan tesisnya yang berjudul “Upaya Abdurrahman Wahid dalam Reformasi Keagamaan dan Politik di Indonesia.”

Pluralisme dan rekam jejak perjuangan kemanusiaan Gus Dur dikaji secara mendalam dalam bahasa Arab. Zahran memetakan geografi masuknya Islam, akar budaya pesantren, hingga fase kepresidenan Gus Dur secara metodologis dan sistematis.

Tesis tersebut diuji oleh sejumlah akademisi terkemuka, yakni Prof. Dr. Usamah as-Sayyid Mahmud al-Azhari, yang kini menjabat Menteri Wakaf Republik Arab Mesir, Prof. Dr. Ahmad Nabawi Ahmad Makhluf dari Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, serta Prof. Dr. Muhammad Luthfi Shobir dari Departemen Akidah dan Filsafat Institut Studi Afro-Asia Universitas Kanal Suez.

Dalam sidang tersebut, para penguji mendorong agar kajian tersebut diperkaya dengan analisis yang lebih mendalam mengenai pemikiran dan pengaruh Gus Dur terhadap kehidupan keagamaan maupun politik di Indonesia.

Prof. Usamah menekankan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia dan Inggris bagi peneliti yang mengkaji tokoh Indonesia. Mengingat, sebagian besar sumber primer dan literatur mutakhir masih tersedia dalam kedua bahasa tersebut sehingga kemampuan bahasa akan menentukan keluasan perspektif dan ketepatan analisis.

“Tanpa keahlian bahasa Indonesia yang matang, peneliti akan kesulitan menggali teks-teks primer dan gagal melahirkan analisis orisinal yang tajam,” jelasnya.

Selain itu, Prof Usamah menyarankan agar penelitian memperkuat pembahasan mengenai jaringan transmisi keilmuan ulama Nusantara, khususnya legitimasi keilmuan KH. Hasyim Asy’ari melalui hubungan intelektual dengan para masyayikh Al-Azhar. 

Bahkan, kitab legendaris Mbah Hasyim yang berjudul Tanbihat al-Wajibat mendapat pengantar ilmiah (taqridzh) langsung dari Syekh Yusuf Al-Djiwi, seorang ulama terkemuka Al-Azhar kala itu.

Sementara itu, Prof. Muhammad Luthfi Shobir menilai penelitian akan lebih kuat apabila mampu menunjukkan dampak konkret reformasi keagamaan dan politik yang digagas Gus Dur melalui pendekatan historis maupun sosial-politik. 

Ia juga mendorong penjelasan yang lebih komprehensif mengenai corak kepemimpinan Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden RI, termasuk kerangka berpikir yang melandasi berbagai kebijakannya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.