Surabaya (beritajatim.com) – Bentrok antara organisasi masyarakat (ormas) diduga Maluku Satu Rasa (M1R) dan kelompok yang diduga Perguruan Silat Setia Hati (PSHT) terjadi di Jalan Teuku Umar, Tegalsari,Minggu (26/7/2026) dini hari. Dari peristiwa tersebut, dikabarkan tiga orang menjadi korban.
Bentrokan tersebut diduga respon dari keributan masalah utang dari salah satu karyawan berinisial WI yang terjadi sebelumnya pada Sabtu (25/7/2026) di parkiran salah satu klub malam yang ada di Jalan Basuki Rahmat.
Sejumlah saksi di Jalan Teuku Umar mengatakan, aksi bentrok tersebut bermula saat rombongan kelompok pesilat PSHT mendatangi sebuah rumah di Jalan Teuku Umar yang dengan mengendarai sepeda motor. Saksi melihat antara kedua kelompok sama-sama mengacungkan senjata tajam.
“Datang ke lokasi itu banyak, Mas. Tiba-tiba bentrokan,” kata Suyat salah satu tukang becak di lokasi.
Bentrok antar kedua kelompok tersebut tak terhindarkan. Suyat melihat ada tiga orang yang menjadi korban. Tak berselang lama, polisi datang dan membubarkan bentrokan.
“Ada tiga yang jadi korban. Dua dari kelompok silat yang satu ada dari kelompok yang di sini (M1R),” jelasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
“Masih kami selidiki dan pastikan akan mengamankan pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab,” jelas Luthfie di media sosialnya. (ang/but)





Comments are closed.